Perkembangan media sosial, khususnya Instagram, menjadikan caption sebagai bentuk wacana yang penting dalam penyampaian informasi dan pembentukan makna. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kesalahan kohesi dan koherensi dalam caption Instagram @lambegosiip berdasarkan taksonomi kategori linguistik. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan deskriptif. Data berupa 13 caption yang diunggah pada 7–31 Maret 2026, dipilih melalui teknik purposive sampling. Pengumpulan data menggunakan metode dokumentasi, sedangkan analisis data dilakukan dengan model Miles dan Huberman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kesalahan berbahasa didominasi oleh aspek kohesi, seperti penggunaan bahasa tidak baku, kesalahan ejaan, pengulangan leksikal yang tidak efektif, serta ketidakkonsistenan referensi. Adapun kesalahan koherensi meliputi hubungan antargagasan yang kurang logis dan alur informasi yang tidak sistematis. Hal ini menunjukkan bahwa keterpaduan wacana dalam caption belum optimal sehingga berpotensi mengganggu kejelasan pesan. Implikasi penelitian ini menekankan pentingnya pemahaman kohesi dan koherensi dalam komunikasi digital guna meningkatkan efektivitas penyampaian informasi. Secara teoretis, penelitian ini berkontribusi pada kajian linguistik, khususnya analisis wacana digital, dengan menunjukkan bahwa bahasa media sosial bersifat fleksibel, namun tetap memerlukan keterpaduan wacana.
Copyrights © 2026