Sarana dan prasarana (sarpras) merupakan faktor eksternal penting yang menentukan keberhasilan pembelajaran Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kondisi dan tingkat kelayakan sarpras yang dimanfaatkan dalam pembelajaran PJOK di SMP Negeri se-Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar. Penelitian menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan teknik purposive sampling, melibatkan 249 siswa dari tiga SMP Negeri (SMP N 1, SMP N 2, dan SMP N 3 Colomadu) yang dipilih berdasarkan kriteria sekolah negeri di Kecamatan Colomadu. Data dikumpulkan melalui observasi langsung dan kuesioner daring dengan 10 butir pernyataan berskala Likert empat poin, kemudian dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan kategorisasi norma Mean dan Standar Deviasi. Hasil penelitian menunjukkan nilai mean total 31,32 dari skor maksimum 40 dengan persentase pencapaian 78,3%, di mana 73,1% responden memberikan penilaian pada kategori Layak dan Sangat Layak. Aspek luas lapangan (97,6%), akses gudang peralatan (96,4%), dan tempat berteduh (94,8%) menjadi aspek terkuat, sedangkan kebersihan lapangan (60,6%), ketersediaan peralatan bola kecil (60,6%), dan kondisi bola (63,1%) menjadi aspek terlemah. Terdapat disparitas antara sekolah, dengan SMP N 1 memperoleh persentase terendah (74,7%) dan proporsi kategori Sangat Kurang Layak tertinggi (26,4%). Pengelolaan sarpras yang konsisten dan pengadaan peralatan yang terencana diperlukan guna mendukung tercapainya standar pembelajaran PJOK sesuai Permendikbudristek Nomor 22 Tahun 2023.
Copyrights © 2026