Peningkatan jumlah penduduk lanjut usia di Indonesia berimplikasi pada meningkatnya risiko permasalahan kesehatan, salah satunya penurunan fungsi kognitif. Upaya preventif diperlukan untuk mempertahankan fungsi kognitif lansia agar tetap mandiri dan memiliki kualitas hidup yang baik. Salah satu pendekatan yang dapat dilakukan adalah melalui stimulasi kognitif berbasis aktivitas yang bermakna dengan melibatkan peran kader kesehatan sebagai fasilitator di masyarakat. Program pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas kader kesehatan dalam pencegahan penurunan fungsi kognitif lansia melalui permainan edukatif. Kegiatan dilaksanakan di Desa Kemiri, Kebakkramat, Karanganyar, Jawa Tengah dengan melibatkan 25 lansia dan 5 kader kesehatan. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, pelatihan, dan praktik langsung. Penyuluhan diberikan terkait pentingnya menjaga fungsi kognitif pada lansia, sedangkan pelatihan difokuskan pada penggunaan permainan edukatif yang dimodifikasi, yaitu bingo, tebak gambar, ular tangga, dan monopoli sebagai media stimulasi kognitif. Kader kesehatan dilatih untuk memfasilitasi permainan tersebut sehingga dapat diterapkan secara berkelanjutan dalam kegiatan lansia. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman kader kesehatan dan lansia mengenai pentingnya stimulasi kognitif, serta meningkatnya keterlibatan aktif lansia dalam aktivitas permainan edukatif. Selain itu, kegiatan ini juga berdampak positif terhadap aspek sosial dan emosional lansia, seperti meningkatnya interaksi sosial dan suasana hati yang lebih positif. Dengan demikian, pemberdayaan kader kesehatan melalui permainan edukatif dapat menjadi strategi efektif dan berkelanjutan dalam upaya pencegahan penurunan fungsi kognitif lansia serta mendukung terwujudnya lansia yang sehat, aktif, dan mandiri.
Copyrights © 2026