Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan praktik manajemen kelas inklusif bagi siswa ADHD di sekolah dasar reguler serta mengidentifikasi faktor pendukung dan penghambatnya. Menggunakan pendekatan kualitatif studi kasus di SD Muhammadiyah 2, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan guru menerapkan strategi chunking, proximity control, serta modifikasi tugas less is more untuk menjaga fokus siswa. Faktor pendukung utama meliputi visi inklusif kepala sekolah dan kompetensi pedagogik guru yang positif. Namun, hambatan signifikan muncul berupa ketimpangan alokasi waktu guru, gangguan konsentrasi klasikal, dan kurangnya pelatihan khusus penanganan ADHD. Penelitian ini menyimpulkan perlunya dukungan sistemik dan pelatihan berkelanjutan bagi guru kelas guna mengoptimalkan layanan pendidikan inklusif.
Copyrights © 2026