Evaluasi pendidikan merupakan instrumen fundamental dalam menentukan arah kebijakan dan kualitas pembelajaran di tingkat satuan pendidikan, yang berfungsi tidak hanya sebagai alat ukur tetapi juga sebagai kompas diagnostik. Transisi paradigma evaluasi di Indonesia, yang ditandai dengan penghapusan Ujian Nasional (UN) dan pergeseran menuju Asesmen Nasional (AN) serta pemanfaatan Tes Kemampuan Akademik (TKA), menuntut transformasi mendalam dalam praktik pedagogik guru di ruang kelas. Penelitian ini secara komprehensif menganalisis pemanfaatan rapor pendidikan dan rapor Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai basis data empiris untuk merancang intervensi pedagogik yang presisi, sekaligus mengevaluasi perannya dalam peningkatan kapasitas profesional guru melalui wadah Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) di Kabupaten Bandung Barat. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif-analitis dengan kerangka studi kasus yang berfokus pada dinamika pendidikan di Kabupaten Bandung Barat berdasarkan publikasi BPS Kabupaten Bandung Barat Dalam Angka 2025 dan Rapor Pendidikan 2025. Hasil analisis mengindikasikan bahwa sebagian besar intervensi pedagogik yang dilakukan oleh guru pada masa lampau masih bersifat spekulatif dan belum sepenuhnya berakar pada analisis data diagnostik yang akurat. Rapor TKA 2025 dan Rapor Pendidikan sejatinya menyediakan metrik yang krusial terkait kemampuan penalaran tingkat tinggi (Higher Order Thinking Skills), literasi, numerasi, hingga indikator prioritas baru terkait iklim inklusivitas siswa yang sangat dibutuhkan di era disrupsi. Melalui optimalisasi MGMP, guru dapat difasilitasi dengan model pembelajaran dan pengembangan 70:20:10, di mana kolaborasi sejawat dan bimbingan berkelanjutan menjadi katalisator dalam menerjemahkan data rapor menjadi Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang terdiferensiasi. Kendati demikian, implementasi ini di Kabupaten Bandung Barat masih dihadapkan pada kendala struktural yang kompleks, termasuk disparitas infrastruktur digital antara wilayah perkotaan dan perdesaan, keterbatasan literasi data di kalangan pendidik, serta alokasi waktu yang minim untuk refleksi pedagogik. Laporan ini merekomendasikan revitalisasi MGMP yang berpusat pada integrasi Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) dan penguatan kompetensi literasi data, sehingga intervensi pedagogik yang dihasilkan tidak hanya responsif terhadap kelemahan akademik siswa, tetapi juga adaptif terhadap tantangan pendidikan abad ke-21.
Copyrights © 2026