Transformasi sistem evaluasi pendidikan nasional di Indonesia telah bergeser secara fundamental dari paradigma penilaian hasil akhir yang berpusat pada Ujian Nasional menuju evaluasi sistemik melalui instrumen Asesmen Nasional (AN) dan Rapor Pendidikan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis efektivitas implementasi Perencanaan Berbasis Data (PBD) terhadap peningkatan kompetensi literasi dan numerasi siswa jenjang Sekolah Dasar (SD) di lingkungan Kabupaten Bandung Barat. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dan analitis yang dikombinasikan dengan kerangka teoretis Data-Driven Decision Making (DDDM) serta siklus manajemen Plan-Do-Check-Act (PDCA), kajian ini mengevaluasi secara komprehensif bagaimana satuan pendidikan menerjemahkan data capaian menjadi intervensi pedagogis yang presisi. Hasil analisis data menunjukkan bahwa capaian awal literasi dan numerasi di Kabupaten Bandung Barat secara agregat masih berada pada kategori sedang atau di bawah kompetensi minimum, yang kemudian memicu berbagai intervensi strategis baik dari tataran kebijakan Dinas Pendidikan melalui Bimbingan Teknis (Bimtek) maupun inovasi di tingkat akar rumput sekolah (seperti program KILAU, Morid, dan Warna-Warni Literasi). Pendekatan Identifikasi, Refleksi, dan Benahi (IRB) terbukti secara signifikan mengarahkan penyusunan Rencana Kegiatan dan Anggaran Sekolah (RKAS) untuk lebih berfokus pada penyelesaian akar masalah pembelajaran, alih-alih sekadar pemenuhan infrastruktur fisik. Meskipun efektivitas PBD menunjukkan tren yang sangat positif dalam mengubah budaya sekolah menjadi berbasis bukti objektif, implementasinya di lapangan masih dihadapkan pada hambatan struktural berupa rendahnya literasi data pendidik, kendala infrastruktur teknologi, serta manajemen waktu. Kajian ini menyimpulkan bahwa PBD yang dikelola dengan siklus PDCA secara konsisten memberikan dampak kausalitas yang kuat terhadap efektivitas sekolah dan mutu capaian siswa secara holistik.
Copyrights © 2026