Kurma merupakan buah yang sering dikonsumsi di berbagai negara, terutama di kawasan Timur Tengah, dan dikenal memiliki kandungan gula alami yang tinggi. Namun, kurma juga mengandung serat dan senyawa bioaktif yang berpotensi memengaruhi respons glikemik tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kadar glukosa darah dua jam postprandial setelah konsumsi kurma Ajwa pada individu sehat. Penelitian ini adalah peneltian observasional analitik dengan metode sampling two-group pre–post test. Sebanyak 52 subjek dewasa sehat yang memenuhi kriteria inklusi dilibatkan dalam penelitian ini. Subjek diminta berpuasa selama 8–10 jam sebelum dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP). Selanjutnya, subjek mengonsumsi tiga buah kurma Ajwa dan kadar glukosa darah dua jam postprandial (GD2PP) diukur dua jam setelah konsumsi menggunakan metode point of care testing (POCT). Data GDP dan GD2PPP dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar GDP adalah 92,67 ± 8,67 mg/dL dan GD2PP 89,25 ± 9,61 mg/dL dengan perubahan −3,42 ± 9,29 mg/dL yang menunjukkan penurunan bermakna (p=0,010). Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi tiga buah kurma Ajwa tidak meningkatkan kadar glukosa darah dan cenderung menurun pada kelompok dewasa muda sehat
Copyrights © 2026