p-Index From 2021 - 2026
0.408
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Jurnal Ners
Nihayatul Khoiriyah Rachmat
Universitas Tadulako

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

Two-Hour Postprandial Blood Glucose Levels after Dates Consumption Nihayatul Khoiriyah Rachmat; Haerani Harun; Imtihanah Amri; Ayu Sekarani Damana Putri; M. Sabir; Muh Azzam Faaz; Riska Yanti
Jurnal Ners Vol. 10 No. 2 (2026): APRIL 2026
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i2.57057

Abstract

Kurma merupakan buah yang sering dikonsumsi di berbagai negara, terutama di kawasan Timur Tengah, dan dikenal memiliki kandungan gula alami yang tinggi. Namun, kurma juga mengandung serat dan senyawa bioaktif yang berpotensi memengaruhi respons glikemik tubuh. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perubahan kadar glukosa darah dua jam postprandial setelah konsumsi kurma Ajwa pada individu sehat. Penelitian ini adalah peneltian observasional analitik dengan metode sampling two-group pre–post test. Sebanyak 52 subjek dewasa sehat yang memenuhi kriteria inklusi dilibatkan dalam penelitian ini. Subjek diminta berpuasa selama 8–10 jam sebelum dilakukan pemeriksaan kadar glukosa darah puasa (GDP). Selanjutnya, subjek mengonsumsi tiga buah kurma Ajwa dan kadar glukosa darah dua jam postprandial (GD2PP) diukur dua jam setelah konsumsi menggunakan metode point of care testing (POCT). Data GDP dan GD2PPP dianalisis menggunakan uji paired t-test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar GDP adalah 92,67 ± 8,67 mg/dL dan GD2PP 89,25 ± 9,61 mg/dL dengan perubahan −3,42 ± 9,29 mg/dL yang menunjukkan penurunan bermakna (p=0,010). Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsumsi tiga buah kurma Ajwa tidak meningkatkan kadar glukosa darah dan cenderung menurun pada kelompok dewasa muda sehat
Kadar Glukosa Darah Setelah Konsumsi Madu Pada Kelompok Dewasa Muda Riska Yanti; Haerani Harun; Ressy Dwiyanti; Junjun Fitriani; Christin Rony Nayoan; Muh Azzam Faaz; Nihayatul Khoiriyah Rachmat; Darent Aditya Nasario Hermanto
Jurnal Ners Vol. 10 No. 3 (2026)
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jn.v10i3.57832

Abstract

Konsumsi berlebihan karbohidrat terutama gula sederhana dapat menyebabkan fluktuasi glukosa darah hingga peningkatan tinggi glukosa yang dalam jangka panjang dapat meningkatkan Risiko resistensi insulin. Mengonsumsi pemanis alami seperti madu semakin meningkat, namun data mengenai respons glikemik akut pada individu sehat masih terbatas. Studi ini bertujuan untuk mengevaluasi apakah asupan madu memberikan perubahan yang signifikan terhadap respons glikemik. Penelitian ini menggunakan desain quasi-eksperimental dengan pengambilan sampel pretest-posttest pada 41 subjek dewasa muda sehat. Subjek penelitian menjalani puasa selama 8-10 jam, kemudian dilakukan pengukuran glukosa darah puasa (GDP), dilanjutkan dengan konsumsi satu sendok makan madu. Pengukuran kadar glukosa darah dua jam postprandial (GD2PP) dilakukan setelah intervensi. Perbedaan GDP dan GD2PP dianalisis menggunakan uji T berpasangan dan dianggap bermakna bila nilai p<0.05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata-rata kadar GDP adalah 92.24 9.62 mg/dL sedangkan kadar GD2PP adalah 88.76 8.33 mg/dL. Terdapat penurunan kadar glukosa darah yang bermakna secara statistik (p = 0,010) setelah satu sendok konsumsi madu. Temuan ini menunjukkan bahwa konsumsi satu sendok makan madu tidak meningkatkan kadar glukosa pada dewasa muda yang sehat, bahkan cenderung menurun.