Latar Belakang: Kesehatan mental perinatal telah menjadi fokus perhatian yang signifikan dalam beberapa tahun terakhir. Hasil wawancara dengan bidan desa menunjukkan terdapat satu kasus masalah kesehatan mental pada ibu di Desa Gentan, sementara kader kesehatan setempat belum pernah mendapatkan pelatihan deteksi dini kesehatan mental ibu. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan kader kesehatan dalam deteksi dini masalah kesehatan mental pada ibu. Metode: Studi kasus ini menggunakan pendekatan proses keperawatan melalui tahap pengkajian hingga implementasi. Teknik pengumpulan data meliputi wawancara, observasi, angket, dan dokumentasi. Subjek penelitian adalah 27 kader kesehatan di Desa Gentan. Intervensi dilakukan melalui pemberdayaan kader kesehatan berupa edukasi, pelatihan penggunaan instrumen EPDS, serta pendampingan selama ±2 minggu. Hasil: Sebelum intervensi, sebagian besar kader memiliki tingkat pengetahuan kategori cukup yaitu 22 orang (81,5%), diikuti kategori baik 3 orang (11,1%) dan kurang 2 orang (7,4%). Setelah diberikan intervensi edukasi dan pendampingan, seluruh responden meningkat menjadi kategori baik sebanyak 27 orang (100%). Kesimpulan: Pemberdayaan kader kesehatan melalui edukasi, pelatihan, dan pendampingan terbukti efektif dalam meningkatkan kemampuan deteksi dini masalah kesehatan mental pada ibu menggunakan instrumen EPDS sebagai bagian dari pendekatan berbasis masyarakat.
Copyrights © 2026