Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) merupakan salah satu penyakit tidak menular yang menjadi penyebab utama morbiditas dan mortalitas di dunia. Di Indonesia, beban PPOK terus meningkat seiring tingginya prevalensi merokok, paparan polusi udara, serta keterbatasan akses layanan kesehatan. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor risiko yang berhubungan dengan kejadian PPOK di Puskesmas Manimeri Kabupaten Teluk Bintuni serta mengidentifikasi faktor dominan yang paling berpengaruh. Desain penelitian adalah observasional analitik dengan pendekatan cross-sectional menggunakan sampel sebanyak 101 responden yang dipilih melalui teknik total sampling berdasarkan data rekam medis tahun 2023–2025. Variabel dependen adalah kejadian PPOK, sedangkan variabel independen meliputi umur, jenis kelamin, tingkat pendidikan, suku, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru. Analisis data dilakukan secara univariat, bivariat dengan uji Chi-Square dan Fisher’s Exact Test, serta multivariat menggunakan regresi logistik metode Backward Likelihood Ratio (Backward LR). Hasil menunjukkan bahwa pendidikan rendah, kebiasaan merokok, dan riwayat penyakit paru berhubungan signifikan dengan kejadian PPOK, dengan pendidikan rendah sebagai faktor paling dominan. Penelitian ini menegaskan perlunya peningkatan literasi kesehatan, edukasi berhenti merokok, serta deteksi dini komorbiditas paru di layanan primer.
Copyrights © 2026