Penelitian ini beranjak dari urgensi tingginya risiko infeksi reproduksi pada remaja putri akibat praktik Menstrual Health Management (MHM) yang buruk. Budaya tabu dan stigma (culture of silence) membuat remaja enggan mencari informasi kepada guru atau orang tua. Oleh karena itu, Generative Artificial Intelligence (AI) seperti Copilot AI menawarkan kebaruan (novelty) sebagai fasilitator edukasi yang privat, objektif, dan bebas penghakiman. Penelitian ini bertujuan menganalisis secara analitik deskriptif kualitatif tingkat literasi kesehatan dan efikasi diri remaja putri dalam MHM melalui interaksi dengan Copilot AI di SMKN 2 Kota Lhokseumawe. Dari populasi 120 siswi kelas X, teknik simple random sampling digunakan untuk menarik 92 responden (rumus Slovin) guna mengisi kuesioner terbuka dan wawancara tematik. Hasil tabulasi dan analisis tematik menunjukkan bahwa 76,1% siswi memiliki literasi kesehatan kognitif yang tinggi, dan 81,5% memiliki efikasi diri tinggi. Copilot AI terbukti secara radikal meruntuhkan hambatan komunikasi, bertransformasi menjadi "mitra sebaya digital" yang memberikan validasi medis instan. Kesimpulannya, pemanfaatan asisten virtual secara efektif memberdayakan kemandirian higienitas remaja putri secara aman dan valid di lingkungan sekolah.
Copyrights © 2026