Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

HUBUNGAN PARITAS TERHADAP BERAT LAHIR DI RSUD PANGERAN JAYA SUMITRA Ika Friscila; Hafsah Us; Aida Fitriani; Erlina Erlina
Jurnal Medikes (Media Informasi Kesehatan) Vol 9 No 1 (2022): Mei
Publisher : Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan Banten

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36743/medikes.v9i1.343

Abstract

Health development is one of the National Development efforts. The high and low infant mortality rate (IMR) is mostly influenced by low birth weight. Various efforts to improve the quality of human resources since in the womb have been carried out, one of which is by screening high-risk pregnant women. The purpose of this study was to analyze the relationship between parity and birth weight in the Balleradja room at RSUD Pangeran Jaya Sumitra. This study uses a quantitative research design. The study population was all postpartum mothers who were hospitalized in the Balleradja room at RSUD Pangeran Jaya Sumitra, totaling 31 people. The sample is 31 people (using total sampling technique). The research was conducted in the Balleradja room at RSUD Pangeran Jaya Sumitra. Conducted in February 2022. Data collection using a questionnaire. Data were analyzed by univariate and bivariate. Univariate analysis to present the data results into a frequency distribution table. While the bivariate analysis used the Spearman Rank correlation test with a 95% confidence level. The analytical tool in this study is SPSS 20.0. The results showed that there was no relationship between parity and birth weight of infants in Prince Jaya Sumitra Hospital (p value = 0.778 or p value > 0.05).
FAKTOR- FAKTOR YANG MEMPENGARUHI WANITA USIA SUBUR DALAM UPAYA MENGURANGI GEJALA DAN DAMPAK PRE MENSTRUAL SYNDROME DI KECAMATAN MUARA DUA KOTA LHOKSEUMAWE Elvieta -; Hafsah US; Myrna Lestar AB
Jurnal Kebidanan Khatulistiwa Vol 8, No 1 (2022): Jurnal Kebidanan Khatulistiwa
Publisher : Poltekkes Kemenkes Pontianak

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30602/jkk.v8i1.969

Abstract

Latar belakang: Premenstrual Syndrome (PMS) adalah gejala-gejala yang dialami wanita sebelum memasuki masa menstruasi. Terdapat sekitar 40% wanita usia produktif berusia 14-50 tahun mengalami PMS. Banyak faktor yang mempengaruhi upaya WUS dalam mengurangi gejala dan dampak PMS. Berdasarkan data kunjungan pasien di Puskesmas Muara Dua, jumlah pasien dengan keluhan PMS mencapai 23–48 kasus perbulan. Tujuan: Penelitian ini untuk menganalisis faktor-faktor apa saja yang mempengaruhi wanita usia subur dalam upaya mengurangi gejala dan dampak Premenstrual Syndrome di kecamatan Muara kota Lhokseumawe. Metode: survey analitik observasional dengan desain cross-sectional. Populasi dalam penelitian ini adalah seluruh wanita usia subur berusia 14–45 tahun di Kecamatan Muara Dua, dengan teknik two stage cluster sampling didapatkan jumlah sampel 242 WUS. Hasil: Faktor-faktor yang berhubungan dengan upaya mengurangi gejala dan dampak premenstrual syndrome adalah pendidikan (p=0,047), pekerjaan (p=0,002)  dan penghasilan (p=0,0001), pengetahuan WUS (p=0,0001) dan sikap WUS (p=0,0001). Sedangkan faktor yang tidak ada hubungan bermakna dengan upaya mengurangi gejala dan dan dampak premenstrual syndrome adalah umur (p=0,598) dan status perkawinan (p=0,152). Kesimpulan : Variabel paling dominan berhubungan dengan upaya mengurangi gejala dan dampak pre menstrual syndrome adalah faktor penghasilan perbulan
PElATIHAN PIJAT OKSITOSIN BAGI PENDAMPING IBU NIFAS DI PMB SALABIAH KECAMATAN BANDASAKTI KOTA LHOKSEUMAW Hafsah Us; Aida Fitriani; Nizan Mauyah; Elvieta Elvieta
Community Development Journal : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol. 4 No. 2 (2023): Volume 4 Nomor 2 Tahun 2023
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Air Susu Ibu (ASI) eksklusif merupakan ASI yang hanya diberikan kepada bayi berumur selama 6 bulan, tanpa adanya tambahan cairan lain seperti susu formula, jeruk, madu, air teh dan air putih, serta tanpa tambahan makanan padat seperti pisang, bubur susu, biskuit, bubur nasi dan nasi tim (Kristiyansari, 2009). Berdasarkan data Kemenkes (2018), produksi ASI berkurang pada hari-hari pertama setelah melahirkan dikarenakan kurangnya rangsangan hormone prolaktin dan hormon oksitosin, dengan upaya yang dilakukan antara lain dengan melakukan inisiasi menyusu dini, memeras ASI dan melakukan pijat oksitosin. Indonesia menargetkan angka cakupan bayi yang mendapatkan ASI eksklusif adalah 68,74 %, juga ditahun yang sama (2018) adalah Jawa Timur mendapatkan 77,51% ASI Eksklusif, dan khususnya data Dinkes Tuban (2019) mendapatkan 73,85%, yang meningkat menjadi 79,6%. Namun, pada tahun 2020 terjadi penurunan menjadi 76,93 % bayi yang mendapat ASI eksklusif. Propinsi Sulawesi Tengah mencapai target ASI Eksklusif, <50% berbeda jauh dengan data di Kota Lhokseumawe tahun 2021 dengan jumlah bayi lahir 4.069 hanya mendapatkan ASI eksklusif 3 mendapatkan ASI eksklusif. Data survey awal adalah Pelatihan pijat oksitosin belum pernah dilakukan di PMB Salabiyah Kecamatan Banda sakti Kota Lhokseumawe yaitu para pendamping ASI dari Kader Posyandu, para suami atau keluarganya. Metode kegiatan pengabdian pada masyarakat ini adalah dengan metode ceramah, diskusi, serta simulasi dan demonstrasi dengan media leaflet dan audio visual. Jumlah Pendamping Ibu nifas yang mengikuti pelatihan sebanyak 25 orang. Hasil kegiatan pelatihan para pendamping ibu nifas PMB Salabiyah Kecamatan Banda sakti Kota Lhokseumawe diperoleh bahwa hasil analisis pengetahuan menunjukan bahwa secara keseluruhan adanya peningkatan pengetahuan pada 25 orang peserta secara statistik terdapat pengaruh yang signifikan terhadap peningkatan pengetahuan para pendamping ibu nifas sesudah mengikuti pelatihan pijat oksitosin. Maka disimpulkan bahwa adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan antara konsisten dan berkelanjutan memberikan pelatihan pada para pendamping ibu nifas (suami, keluarga atau kader) untuk dapat membantu proses perubahan perilaku ibu nifas memberikan ASI secara Eksklusif dan melaksanakan perawatan selama masa nifas.
Hubungan Karakteristik Masyarakat dan Sumber Informasi dengan Kepatuhan Mengikuti Protokol Kesehatan di UPTD Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara Tahun 2021 Subki Subki; Hafsah US; Myrna Lestari AB
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (573.358 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i6.7505

Abstract

Kebijakan penanggulangan wabah penyakit menular telah memiliki Undang-undang Nomor 4 Tahun 1984 tentang Wabah Penyakit Menular, Peraturan pemerintah Nomor 40 Tahun 1991 tentang Penanggulangan Wabah Penyakit Menular, dan Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 1501/Menkes/Per/X/2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu Yang Dapat Menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan. Peningkatan jumlah kasus Covid-19 berlangsung cukup cepat, dan telah menyebar ke berbagai Negara dalam waktu yang cepat. Sampai dengan tanggal 9 Juli 2020, WHO melaporkan 11.840.226 kasus konfirmasi dengan 545.481 kematian di seluruh dunia (Case Fatality Rate/CFR 4,6%). Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan karakteristik masyarakat dan sumber informasi dengan kepatuhan mengikuti protokol kesehatan. Responden adalah masyarakat yang berkunjung ke Puskesmas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara sebanyak 62 orang dengan teknik Accidental Sampling. Pengumpulan data dengan menggunakan kuesioner dan dianalisis menggunakan Uji Chi Square, Uji Exact Fisher, dan Uji Regresi Logistik berganda pada α =5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor umur (p=1,000), jenis kelamin (p=0,137), pekerjaan (p=0,459), penghasilan (p=0,259) dan informasi dari media elektronik (p=0,102) tidak ada hubungan dengan kepatuhan mengikuti protokol kesehatan. Sedangkan faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mengikuti protokol kesehatan adalah pendidikan (p=0,018) dan informasi dari petugas kesehatan (p=0,029). Pendidikan merupakan faktor yang paling dominan dengan (Exp(B)=11,000). Disarankan kepada: (1) Kepada masyarakat untuk selalu menerapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak serta menghindari kerumunan agar dapat mencegah penyebaran Virus Corona. (2) Kepada tokoh masyarakat dan tokoh agama (Ustadz) diharapkan menyampaikan kepada masyarakat untuk memberikan dukungan dan informasi tentang penyebaran Virus Corona dan pencegahannya dengan mematuhi protokol kesehatan. (3) Kepada Puskesmas Syamtalira Bayu perlu dilakukan upaya penyampaian informasi yang efektif dan berkesinambungan seperti penyuluhan kesehatan, membagikan poster, membagikan leaflet dan memasang spanduk tentang penyebaran Virus Corona dan pencegahannya.
Effect of oxytocin massage on uterine involution in vaginam post partum women in self practice of the salabiah midwife Hafsah Us; Myrna Lestari AB; Elvieta Elvieta; Mey Elisa Safitri
Science Midwifery Vol 11 No 3 (2023): August: Midwifery and Health Sciences
Publisher : Institute of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/midwifery.v11i3.1284

Abstract

Introduction: Uterine involution is a process in which the uterus returns to its pre-pregnancy state weighing about 30 grams. Oxytocin massage is massage on the cervical spine along the cervical spine to the 5th to 6th ribs, for 2-3 minutes. Objective: The aim of the study was to analyze the effect of oxytocin massage on uterine involution in vaginal post partum mothers in the independent midwife practice of Salabiah, Banda Sakti district, Lhokseumawe city. Method: The research design used the Quasy Experimental method with the Non-equivalent Control Group Design approach, two groups (the treatment group and the control group). Total population of 12 post partum mothers. The sample technique used incidental sampling as many as 12 post partum mothers and a control group. Data were analyzed by Mann Whitney test. The Result: The results showed that before oxytocin massage in the treatment group and control group all uterine involutions were normal, after oxytocin massage in the treatment group most of the uterine involutions were normal, while in the control group most of the uterine involutions were abnormal. it was found that there was an effect of oxytocin massage on uterine involution with the results of the Mann Whitney test p = 0.002. Conclusion: The conclusion in this study is for health workers in the Researchers suggest that oxytocin massage can continue to be carried out in providing postnatal services to patients so that the quality of care for postpartum mothers can increase.
Faktor Yang Mempengaruhi Konsumsi Fe Pada Remaja Hafsah US; Aida Fitriani; Fatiyani Fatiyani
Jurnal Riset Kesehatan Nasional Vol. 7 No. 2 (2023)
Publisher : Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jrkn.v7i2.531

Abstract

Abstrak Anemia akibat kekurangan zat besi dapat menurunkan daya tahan tubuh sehingga berujung pada penurunan produktivitas tenaga kerja. Pemberian Tablet Tambah Darah (TTD) Fe pada remaja putri bertujuan agar memenuhi kebutuhan zat besi bagi para remaja putri yang akan menjadi ibu di masa depan. Tujuan penelitian adalah menganalisis faktor yang mempengaruhi konsumsi FE pada remaja. Metode penelitian menggunakan penelitian analitik dan pendekatan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel dengan purposive sampling berjumlah 200 remaja. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisis hingga bivariat menggunakan chi square. Hasil penelitian bahwa faktor yang mempengaruhi konsumsi FE pada remaja adalah minat (0,000), pengetahuan (0,015), dukungan teman sebaya (0,000), dukungan Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) (0,003) dan dukungan keluarga (0,005). Kesimpulannya remaja putri dalam masa tumbuh kembangnya memerlukan vitamin dan zat besi yang memadai salah satunya dengan konsumsi tablet Fe untuk menghindari terjadi anemia. Faktor yang berhubungan terhadap konsumsi tablet Fe pada remaja adalah minat, pengetahuan, dukungan teman sebaya, dukungan UKS dan dukungan keluarga. Kata Kunci: dukungan, konsumsi Fe;Minat, pengetahuan, remaja putri
FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN PERILAKU MASYARAKAT TERHADAP IMUNISASI CAMPAK SEMASA PANDEMI COVID-19 DI PUSKESMAS BAYU Lisni Lisni; Hafsah Us; Nanda Norisa
Health Sciences Journal Vol 7, No 2 (2023): Health Science Journal
Publisher : Universitas Muhammadiyah Ponorogo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24269/hsj.v7i2.2347

Abstract

Campak dan rubella merupakan penyakit menular yang disebabkan oleh virus dan sangat mudah menular. Penularannya melalui saluran pernafasan melalui droplet di udara yang dikeluarkan saat penderita batuk dan bersin. Karena berbahayanya penyakit campak, maka pemerintah melakukan program imunisasi campak dan rubella. Berdasarkan data, juga ditemukan bahwa imunisasi campak, selalu menempati tingkat terbawah dibanding imunisasi lain, sejak data BPS tahun 2009 hingga 2019. Berdasarkan data per kabupaten, pada 2017, Kabupaten Aceh Utara menempati persentase imunisasi campak terendah kedua di Aceh, yaitu dengan persentase 29,03%, setelah Lhokseumawe. Tujuan penelitian untuk menganalisis faktor yang berhubungan dengan perilaku masyarakat terhadap imunisasi Campak semasa pandemi covid-19 di Puskesmas Bayu. Metode penelitian kuantitatif ini menggunakan pendekatan cross sectional. Penelitian dilakukan pada di Puskesmas Bayu. Populasi adalah seluruh ibu yang memiliki anak berusia lebih dari 9 bulan semasa pandemi Covid-19. Sampel penelitian terdiri dari 20 orang kelompok intervensi dan 20 orang kelompok kontrol. Pengambilan sampel menggunakan teknik purposive sampling. Variabel penelitian adalah umur, paritas, jarak rumah ke Puskemas, pekerjaan, pendidikan, motivasi, dukungan keluarga dan pengetahuan. Pengumpulan data menggunakan kuesioner yang dianalisis menggunakan distribusi frekuensi dan uji Chi Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa variabel umur (p-value=0,113) tidak memiliki hubungan dengan pemberian imunisasi campak pada bayi. Adapaun variabel yang memiliki hubungan dengan pemberian campak pada bayi adalah paritas (p-value=0,047), jarak rumah ke Puskesmas (p-value=0,027), pekerjaan ibu (p-value=0,025), pendidikan ibu (p-value=0,001), motivasi (p-value=0,018), dukungan keluarga (p-value=0,000) dan pengetahun akan imunisasi (p-value=0,001). Variabel umur tidak memiliki hubungan dengan pemberian imunisasi campak pada bayi. Adapun variabel yang memiliki hubungan dengan pemberian campak pada bayi adalah paritas, jarak rumah ke Puskesmas, pekerjaan ibu, pendidikan ibu, motivasi, dukungan keluarga dan pengetahun akan imunisasi.
PENYULUHAN TENTANG PROTOKOL KESEHATAN BAGI MASYARAKAT UNTUK MENCEGAH TERJADINYA PENYEBARAN VIRUS CORONA DI UPTD PUSKESMAS SYAMTALIRA BAYU KABUPATEN ACEH UTARA subki, subki; Hafsah Us, Hafsah Us; Myrna Lestari AB, Myrna Lestari AB; Aida Fitriani, Aida Fitriani; Sirajus Savina, Sirajus Savina; Nurul Akla, Nurul Akla
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 1 No 2 (2022): Jurnal Abdimas ITEKES Bali Terbitan Mei 2022
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v1i2.377

Abstract

Latar Belakang: Peningkatan jumlah kasus Covid-19 berlangsung cukup cepat,dan telah menyebar ke berbagai Negara dalam waktu yang cepat. Sampai dengan 9 Juli 2020, WHO melaporkan 11.840.226 kasus konfirmasi dengan 545.481 kematian di seluruh dunia (Case Fatality Rate/CFR 4,6%). Indonesia pertama kali melaporkan kasusnya pada tanggal 2 Maret 2020. Di Indonesia kasus Covid-19 meningkat dan menyebar dengan cepat di seluruh provinsi, kabupaten/kota diseluruh wilayah Indonesia. Pada tanggal 9 Juli 2020 Kementrian Kesehatan Republik Indonesia melaporkan 70.736 kasus konfirmasi Covid-19 dengan 3.417 kasus meninggal (CFR, 4,8%) (Kemenkes RI, 2020a). Tujuan :Untuk mencegah terjadinya penularan dalam skala luas dan dapat menimbulkan beban besar terhadap aktifitas pelayan kesehatan seperti halnya puskemas Syamtalira Bayu Aceh Utara Metode : Metode atau bentuk kegiatan yang digunakan adalah program pendidikan masyarakat melalui Edukasi Protokol kesehatan bagi masayarakat untuk mencegah terjadinya virus-Corona di puskemas Syamtalira Bayu Aceh Utara yang dilakukan 1 hari kegiatan Hasil: Kegiatan dilakukan di Puskemas Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara dengan 60 peserta yang berkunjung dengan hasil sebahagian besar pengetahuan adalahkurang(52,%). Setelah diberikan EdukasiProtokol Kesehatan, pengetahuan peserta meningkat yaitu berpengetahuan baik sebesar 73, %. Kesimpulan: Setelah diberikanpendidikan melalui Edukasi protokol kesehatan pada masyarakat terjadi peningkatan pengetahuan peserta sebesar 18,% Kata Kunci : Protokol Kesehatan, Masyarakat, Virus-Corona
GERAKAN PENCEGAHAN STUNTING MELALUI PEMBERDAYAAN MASYARAKAT DI DESA LANCOK KECAMATAN SYAMTALIRA BAYU Fitriani, Aida; Lestari, Myrna; ., Elvieta; Friscila, Ika; us, Hafsah; ., Lisni; Wahyuni, Yenni Fitri; Safina, Sirajus; Hasibuan, Syifa Ramadhani
Jurnal Abdimas ITEKES Vol 2 No 1 (2022)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Institute Teknologi dan Kesehatan (ITEKES) Bali

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37294/jai.v2i1.448

Abstract

  Stunting adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan oleh kurangnya asupan gizi dalam waktu yang cukup lama pada anak. Kurangnya keterlibatan petugas kesehatan dalam memberikan promosi nutrisi selama kehamilan kepada para ibu, memberikan dampak terhadap pengetahuan ibu tentang kesehatan ibu dan anak. Tujuan pengabdian ini adalah untuk memberikan penyuluhan pencegahan stunting melalui pemberdayaan masyarakat. Pengabdian ini dilaksanakan di Desa Lancok pada bulan Jul-Agustus 2022. Kegiatan ini melibatkan pihak-pihak terkait yaitu kepala desa, bidan desa, kader, mahasiswa dan masyarakat yaitu ibu dan anak balita. Tahap kegiatan mulai identifikasi, pelaksanaan penyuluhan monitoring dan evaluasi serta follow up. Hasil kuesioner menunjukkan masyarakat yang kategori pengetahuan cukup sebelum diberikan penyuluhan berjumlah 28 (62,2%) dan setelah diberikan penyuluhan menjadi 10 orang yang kategori cukup (20%). Kesimpulan masyarakat sudah mengikuti kegiatan penyuluhan pencegahan stunting dan mengalami peningkatan pengetahuan melalui pemberdayaan masyarakat yang merupakan target utama dari Gerakan Pencegahan Stunting melalui Pemberdayaan Masyarakat Di Desa Lancok Kecamatan Syamtalira Bayu Kabupaten Aceh Utara Tahun 2022. Kata kunci : Pemberdayaan masyarakat, pencegahan, stunting.
Factors Associated With Undernutrition In Children in Tanjung Raya Village, Teluk Dalam District Simeulue District: undernutrition Sembiring, Julina Br; Us, Hafsah; Safitri, Mey Elisa
Journal of Midwifery and Nursing Vol. 6 No. 2 (2024): May: Health Science
Publisher : Institute Of Computer Science (IOCS)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35335/jmn.v6i2.4960

Abstract

Based on data from the World Health Organization (WHO) in 2018, 49% of the 10.4 million deaths of children under five in developing countries were related to malnutrition. It is recorded that around 50% of children under five in Asia suffer from malnutrition (UNICEf, 2018). Nationally, the prevalence of malnutrition and malnutrition is still fluctuating. Objective: To determine the factors associated with poor nutrition in toddlers in Tanjung Raya Village, Teluk Dalam District, Simeulue Regency in 2023. Method: The research design used an analytical survey with a cross sectional approach. The population used was all mothers who had toddlers in Tanjung Raya Village, Teluk Dalam District, Simeulue Regency. The sampling technique used total sampling, namely 43 respondents. The data instrument used was a questionnaire that was distributed and filled in directly by respondents. Data analysis used the chi-square test with significance ?=0.05. Results: The chi-square test shows that there is a relationship between maternal knowledge and malnutrition with p-value = 0.002, there is a relationship between maternal attitudes and malnutrition with p-value = 0.009, there is a parenting pattern with undernutrition with p-value = 0.005. Conclusion: There is a relationship between maternal knowledge, attitudes and parenting patterns and malnutrition among toddlers in Tanjung Raya Village, Teluk Dalam District, Simeulue Regency in 2023. The results of this research are expected to be a reference for improving knowledge, attitudes and parenting patterns of mothers with malnutrition in toddlers