Latar belakang Kemandirian lansia dalam melakukan Activities of Daily Living (ADL) merupakan indikator penting kualitas hidup. Data BPS tahun 2024 menunjukkan 39,8% lansia Indonesia tidak mandiri secara fungsional. Gout arthritis, penyakit sendi akibat penumpukan kristal asam urat, menyebabkan nyeri dan keterbatasan mobilitas. Di Puskesmas Ciwaruga, 17,6% lansia mengalami gout arthritis dengan indikasi hambatan dalam menjalankan ADL Tujuan Mengetahui hubungan antara intensitas nyeri sendi akibat gout arthritis dengan tingkat kemandirian (Activities of Daily Living) pada lansia di Puskesmas Ciwaruga tahun 2026. Metode Penelitian deskriptif korelasional dengan rancangan cross-sectional. Teknik pengambilan sampel menggunakan total sampling dengan jumlah 43 responden. Instrumen penelitian menggunakan Numeric Rating Scale (NRS) untuk mengukur intensitas nyeri dan Indeks Katz untuk mengukur tingkat kemandirian ADL. Analisis data menggunakan uji Chi-square.. Hasil Mayoritas responden berusia 60-64 tahun (58,1%), berjenis kelamin perempuan (65,1%) pendidikan SD sebanyak (41,9%), dan pekerjaan sebagai ibu rumah tangga (37,2%). Distribusi intensitas nyeri menunjukkan bahwa Sebagian besar 34,9% lansia mengalami nyeri sendi sedang.Hampir setengah responden (48,8%) memerlukan bantuan ADL. Uji Chi-Square menunjukkan hubungan signifikan antara intensitas nyeri sendi dengan tingkat kemandirian lansia (p < 0,001). Kesimpulan terdapat hubungan yang sangat signifikan antara intensitas nyeri sendi akibat gout arthritis dengan tingkat kemandirian ADL pada lansia di Puskesmas Ciwaruga tahun 2026 (p < 0,001)
Copyrights © 2026