Perkembangan media digital telah mengubah lanskap pertunjukan tradisional, termasuk madihin sebagai kesenian lisan masyarakat Banjar yang bertumpu pada spontanitas bahasa, musikalitas, dan humor. Dalam ruang digital, humor tidak lagi bekerja semata sebagai pemantik tawa, melainkan turut membentuk pola interaksi baru antara pemadihin dan audiens virtual. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan konstruksi humor dalam pertunjukan madihin pada kanal YouTube NF Televisi Official melalui perspektif teori ketidaksesuaian, keunggulan, dan pelepasan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dengan sumber data berupa sepuluh video pertunjukan madihin yang dipilih berdasarkan intensitas kemunculan humor dan kelengkapan pertunjukan. Data berupa tuturan humoris pemadihin dikumpulkan melalui teknik simak dan transkripsi, kemudian dianalisis secara interpretatif berdasarkan konteks pertunjukan dan respons sosial yang muncul. Hasil penelitian menunjukkan bahwa humor ketidaksesuaian muncul melalui pembelokan ekspektasi dan pernyataan tidak terduga, humor keunggulan dibangun melalui sindiran, hiperbola, dan penempatan sosial audiens sebagai objek kelakar, sedangkan humor pelepasan hadir sebagai mekanisme pencair suasana dalam interaksi pertunjukan. Temuan penelitian memperlihatkan bahwa transformasi madihin ke media digital tidak menghilangkan karakter interaktif humor, melainkan memindahkan denyut kelisanan ke ruang virtual yang lebih cair dan terbuka. Penelitian ini memperkuat kajian humor dan sastra lisan dengan menunjukkan bahwa medium digital tidak sekadar menjadi saluran distribusi pertunjukan, tetapi turut membentuk cara humor diproduksi, dinegosiasikan, dan diterima oleh audiens.
Copyrights © 2026