Di era revolusi industri, kemiskinan masih menjadi permasalahan utama di Indonesia, khususnya di Provinsi Papua. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), persentase penduduk miskin di Papua pada bulan Maret 2025 meningkat menjadi 19,16% dibandingkan dengan bulan Maret 2024 sebesar 17,26%. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat kemiskinan terhadap pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua dengan menggunakan variabel pertumbuhan ekonomi, ketimpangan distribusi pendapatan, dan Indeks Pembangunan Manusia (IPM). Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan memanfaatkan data sekunder yang diperoleh dari Badan Pusat Statistik (BPS) pada periode 2020-2025. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat kemiskinan memiliki hubungan dengan pertumbuhan ekonomi di Provinsi Papua. Oleh karna itu, upaya pengurangan kemiskinan menjadi salah satu faktor penting dalam mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih merata dan berkelanjutan.
Copyrights © 2026