Caring merupakan elemen fundamental dalam praktik keperawatan yang memungkinkan tenaga kesehatan memahami dan membantu klien dalam mempertahankan maupun memulihkan kesehatannya. Perilaku caring perawat dipengaruhi oleh berbagai faktor, salah satunya karakteristik demografi seperti usia, jenis kelamin, tingkat pendidikan, dan lama kerja. Penelitian sebelumnya menunjukkan masih terdapat kesenjangan dalam penerapan caring behavior di kalangan perawat rawat inap, di mana beban kerja yang berat, kurangnya rasa percaya diri, serta rendahnya responsivitas terhadap kebutuhan pasien menjadi faktor penghambat utama. Di Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan tercatat 165 perawat bertugas di ruang rawat inap pada tahun 2024, namun belum terdapat data spesifik mengenai hubungan data demografi dengan caring behavior perawat di institusi tersebut. Penelitian ini bertujuan menganalisis hubungan data demografi dengan caring behavior perawat di Ruang Rawat Inap Rumah Sakit Santa Elisabeth Medan Tahun 2024. Metode penelitian menggunakan desain kuantitatif dengan pendekatan cross sectional dan teknik stratified random sampling. Populasi penelitian adalah 165 perawat di ruang rawat inap, dengan sampel sebanyak 62 responden yang memenuhi kriteria inklusi. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner data demografi dan kuesioner caring behavior baku dari Karo (2019) yang terdiri dari 40 pernyataan dengan skala Likert 1–4 dan nilai Cronbach's alpha 0,855. Analisis data menggunakan uji moment correlation untuk variabel usia dan lama kerja, serta uji Independent T-test untuk variabel jenis kelamin dan pendidikan dengan tingkat kepercayaan 95%. Hasil penelitian menunjukkan mayoritas responden memiliki caring behavior kategori sangat baik sebesar 88,7% dan kategori baik sebesar 11,3%. Uji statistik menunjukkan tidak terdapat hubungan signifikan antara usia (p = 0,467), jenis kelamin (p = 0,338), tingkat pendidikan (p = 0,686), dan lama kerja (p = 0,514) dengan caring behavior perawat, maupun secara keseluruhan (p = 0,547). Kesimpulan penelitian menegaskan bahwa caring behavior perawat tidak ditentukan oleh karakteristik demografi, melainkan lebih dipengaruhi oleh nilai profesionalisme, empati, dan komitmen individu, sehingga institusi perlu terus mendorong penguatan budaya caring melalui pelatihan dan pembinaan berkelanjutan
Copyrights © 2026