Penelitian ini membahas reformasi moneter pada masa pemerintahan Abd al-Malik ibn Marwan sebagai strategi negara dalam membangun kedaulatan ekonomi dan legitimasi politik melalui standardisasi dinar dan dirham dalam perspektif political economy. Sebelum reformasi dilakukan, sistem moneter di wilayah Islam masih dipengaruhi mata uang Bizantium dan Persia Sassaniyah sehingga belum memiliki standar yang seragam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan jenis penelitian kepustakaan (library research) dan dianalisis menggunakan metode deskriptif-analitis. Hasil penelitian menunjukkan bahwa reformasi moneter dilakukan melalui pencetakan mata uang Islam secara mandiri, penggunaan tulisan Arab beraksara Kufi, standardisasi berat dinar dan dirham, serta pengawasan negara terhadap percetakan dan distribusi mata uang. Reformasi tersebut memperkuat integrasi ekonomi, stabilitas moneter, dan legitimasi politik Dinasti Umayyah, sekaligus menjadi instrumen penting dalam membangun kedaulatan negara Islam.
Copyrights © 2026