The existence of dukuh (traditional agroforestry plots) in Banjar Regency represents a form of natural resource utilization, particularly land, with the expectation of providing maximum benefits. Dukuh has become a distinctive feature in Banjar Regency, especially those that have been sustained until the present time, found in Kertak Empat Village, Pengaron Sub-District, and Biih Village, Karang Intan Sub-District. The purpose of this research is to analyze the profitability of agroforestry dukuh in Biih Village, Karang Intan Sub-District, Banjar Regency, and Kertak Empat Village, Pengaron Sub-District, Banjar Regency. This study employs interview methods with the communities who have agroforestry dukuh in Biih Village and Kertak Empat Village. The research findings on profitability analysis reveal that the communities in Biih Village and Kertak Empat Village, Banjar Regency, have implemented agroforestry systems, which have been inherited from their ancestors. Agroforestry provides a solution to the problem of converting forest land into combined agricultural land. Based on this, optimal land management practices are necessary to achieve maximum yields to meet increasing demands. One effective method for optimal land utilization is through agroforestryAdanya keberadaan dukuh di Kabupaten Banjar merupakan bentuk pemanfaatan sumber daya alam berupa tanah sehingga diharapkan memberikan manfaat secara maksimal. Dukuh ini menjadi ciri khas di Kabupaten banjar khususnya yang masih lestari sampai saat ini berada di Desa Kertak Empat Kecamatan Pengaron dan juga di Desa Biih Kecamatan Karang Intan. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis Profitability agroforestri dukuh di Desa Bi’ih Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar dan Desa Kertak Empat Kecamatan Pengaron Kabupaten Banjar. Penelitian ini menggunakan metode wawancara kepada masyarakat yang memiliki agroforestri dukuh di Desa Bi’ih dan Desa Kertak Empat. Hasil penelitian ini mengenai analisis Profitabilitas oleh masyarakat di Desa Bi’ih dan Desa Kertak Empat Kabupaten Banjar yang telah menggunakan sistem tumpang sari (agroforestri) yang diturunkan dari nenek moyang terdahulu. Manfaat dari agroforestri adalah solusi untuk masalah konversi lahan dari hutan menjadi lahan kombinasi pertanian. Berdasarkan hal tersebut maka diperlukan kegiatan pengolahan lahan yang optimal untuk mendapatkan hasil yang maksimal agar dapat memenuhi kebutuhan yang makin meningkat, salah satu cara yang dapat digunakan untuk pemanfaatan lahan secara optimal adalah melalui agroforestri
Copyrights © 2025