Belanja daerah merupakan salah satu instrumen utama yang digunakan pemerintah untuk mendorong pembangunan ekonomi daerah serta meningkatkan kualitas pelayanan publik. Namun, realitas menunjukkan bahwa alokasi belanja di berbagai provinsi di Indonesia masih belum optimal dan belum sepenuhnya mencerminkan kebutuhan pembangunan wilayahnya. Hal ini menimbulkan pertanyaan mengenai faktor-faktor apa saja yang memengaruhi besarnya belanja daerah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh pendapatan asli daerah, dana perimbangan, laju pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, dan jumlah penduduk terhadap belanja daerah dalam jangka pendek dan jangka panjang. Penelitian dilakukan pada 34 provinsi di Indonesia selama periode 2017 hingga 2023. Metode yang digunakan adalah pendekatan data panel dinamis dengan model Generalized Method of Moment (GMM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara parsial, pendapatan asli daerah, dana perimbangan, dan laju pertumbuhan ekonomi memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap belanja daerah, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang. Sementara itu, indeks pembangunan manusia dan jumlah penduduk justru menunjukkan pengaruh negatif dan signifikan. Secara simultan, seluruh variabel independen terbukti memiliki pengaruh signifikan terhadap belanja daerah.
Copyrights © 2026