Globalisasi dan modernisasi telah mengakibatkan menurunnya keterhubungan generasi muda dengan warisan budaya lokal, khususnya batik sebagai identitas budaya Indonesia. Rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap nilai filosofis, simbolis, dan proses pembuatan batik menjadi alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran budaya dan partisipasi mahasiswa dalam pelestarian batik melalui edukasi langsung di sentra Batik Benang Ratu, Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pengalaman (experiential learning) melalui kunjungan lapangan, penyampaian materi sejarah dan filosofi batik, serta praktik langsung mencanting, pewarnaan, dan pengeringan kain. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap makna budaya dan tahapan produksi batik, serta tumbuhnya minat untuk menggunakan dan mempromosikan batik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi mitra, yakni Batik Benang Ratu, berupa peningkatan eksposur, dokumentasi, dan peluang kerja sama jangka panjang dengan institusi pendidikan. Dengan demikian, edukasi budaya berbasis pengalaman terbukti efektif dalam menumbuhkan apresiasi generasi muda sekaligus memperkuat pelestarian warisan budaya takbenda Indonesia.
Copyrights © 2026