Wilayah pesisir Desa Lopana Satu, Kecamatan Amurang Timur, memiliki ketergantungan tinggi terhadap air sumur dangkal sebagai sumber utama air bersih, namun kondisi tersebut rentan terhadap pencemaran dan intrusi air laut. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memantau kualitas air sumur secara mandiri. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam pengukuran serta interpretasi kualitas air sumur berbasis parameter geokimia menggunakan alat ukur portabel. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi, dengan pengukuran parameter TDS, EC, pH, dan salinitas pada sepuluh sumur sebagai sampel. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai TDS air sumur berada pada rentang 210–274 ppm, EC 424–546 µS/cm, dan salinitas sebesar 0,2‰ yang mengindikasikan kondisi air masih tergolong air tawar dan belum terpengaruh intrusi air laut, meskipun beberapa sampel memiliki nilai pH di bawah baku mutu. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pemantauan kualitas air secara mandiri. Kegiatan ini memberikan kontribusi awal berupa data kualitas air sumur dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya air pesisir secara berkelanjutan.
Copyrights © 2026