Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Simulasi Ketinggian dan Waktu Tiba Gelombang Tsunami di Tahuna Sebagai Upaya Mitigasi Bencana Mambu, Brian; Tamuntuan, Gerald H.; Pasau, Guntur
Jurnal MIPA Vol 8, No 1 (2019)
Publisher : Sam Ratulangi University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35799/jm.8.1.2019.22371

Abstract

Indonesia merupakan salah satu wilayah rawan bencana gempa bumi dan tsunami. Wilayah beresiko tinggi terjadi gempa bumi dan tsunami berada di laut Sulawesi dimana terdapat zona subduksi Sulawesi Utara. Salah satu cara mitigasi tsunami adalah dengan mensimulasikan ketinggian dan waktu tiba gelombang tsunami. Karena berada di wilayah laut Sulawesi maka  Tahuna beresiko mengalami bencana tsunami. Pemodelan gelombang tsunami menggunakan software TUNAMI-N2. Hasil yang didapatkan menunjukkan bahwa, ketinggian gelombang yang dapat menerjang  Tahuna adalah 0,23 m dengan waktu tiba sekitar menit ke-50Indonesia is one of the area that prone to disaster like earthquake and tsunami. The area with high risk for earthquake and tsunami to occur is located ini Sulawesi Sea where there have a North Sulawesi Subduction Zone. One way to mitigating tsunami is to simulate the height and arrival time of tsunami wave. Because of its position located in Sulawesi Sea, Tahuna City is very likely to struck by tsunami. The modelling of tsunami wave using TUNAMI-N2 software. The result yield the height of tsunami that could struck Tahuna City is 0,23 m with arrival time around 50 minutes
Pelatihan Pembuatan Alat Peraga Pembelajaran Fisika di SMP Negeri 2 Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara Tamuntuan, Gerald; Rondonuwu, Sendy; Pasau, Guntur; Katili, Deidy; Ferdy, Ferdy; Mambu, Brian
The Studies of Social Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v8i1.65643

Abstract

Telah dilakukan program kemitraan masyarakat (PKM) berupa pelatihan pembuatan alat peraga pembelajaran fisika di SMP negeri 2 Kauditan, Kabupaten Minahasa Utara. Program ini bertujuan meningkatkan wawasan guru dalam merancang alat peraga fisika sederhana serta memanfaatkanya sebagai sarana praktikum yang dapat menunjang proses pembelajaran. Kegiatan dilakukan dalam tiga tahapan yaitu workshop pembuatan modul praktikum dan alat peraga oleh tim pengabdian, pelaksanaan kegiatan di SMP Negeri 2 Kauditan, serta evaluasi kegiatan. Hasil yang diperoleh dari program ini adalah tersedianya modul praktikum dalam bentuk lembar kerja siswa dengan enam jenis praktikum, dibuatnya alat-alat peraga sederhana sesuai dengan modul praktikum, serta transfer pengetahuan baik kepada guru maupun siswa peserta pelatihan yang ada SMP Negeri 2 Kauditan. Evaluasi hasil kegiatan menunjukkan Guru-guru memperoleh wawasan untuk membangun alat-alat peraga sederhana yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan pemahaman konseptual siswa, meningkatnya motivasi belajar dan pemahaman siswa terhadap materi yang diajarkan, serta berdampak pada interaksi guru dan siswa yang lebih ilmiah dan dinamis. Hal-hal tersebut mengindikasikan bahwa program ini sangat bermanfaat untuk peningkatan kualitas proses pembelajaran di sekolah-sekolah yang memiliki keterbatasan fasilitas laboratorium.
Pelatihan Masyarakat Desa Lopana Satu Kecamatan Amurang Timur dalam Evaluasi Kualitas Air Sumur di Wilayah Pesisir Melalui Analisis Geokimia Ferdy, Ferdy; Siahaan, Berton M; Pandara, Dolfie; Pasau, Guntur; Bobanto, Maria; Mambu, Brian
The Studies of Social Sciences Vol. 8 No. 1 (2026): The Studies of Social Sciences
Publisher : Universitas Sam Ratulangi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35801/tsss.v8i1.66271

Abstract

Wilayah pesisir Desa Lopana Satu, Kecamatan Amurang Timur, memiliki ketergantungan tinggi terhadap air sumur dangkal sebagai sumber utama air bersih, namun kondisi tersebut rentan terhadap pencemaran dan intrusi air laut. Permasalahan yang dihadapi masyarakat adalah keterbatasan pengetahuan dan keterampilan dalam memantau kualitas air sumur secara mandiri. Kegiatan Program Kemitraan Masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kemampuan masyarakat dalam pengukuran serta interpretasi kualitas air sumur berbasis parameter geokimia menggunakan alat ukur portabel. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi, pelatihan, pendampingan teknis, dan evaluasi, dengan pengukuran parameter TDS, EC, pH, dan salinitas pada sepuluh sumur sebagai sampel. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa nilai TDS air sumur berada pada rentang 210–274 ppm, EC 424–546 µS/cm, dan salinitas sebesar 0,2‰ yang mengindikasikan kondisi air masih tergolong air tawar dan belum terpengaruh intrusi air laut, meskipun beberapa sampel memiliki nilai pH di bawah baku mutu. Evaluasi kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam melakukan pemantauan kualitas air secara mandiri. Kegiatan ini memberikan kontribusi awal berupa data kualitas air sumur dan meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan sumber daya air pesisir secara berkelanjutan.