Hipertensi merupakan faktor risiko utama penyakit kardiovaskular yang menjadi penyebab kematian tertinggi di dunia. Tingginya angka kejadian hipertensi umumnya terjadi pada masyarakat pesisir, khususnya di pulau Lombok, yang memiliki kebiasaan pola konsumsi garam yang tinggi yang berpotensi meningkatkan risiko hipertensi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat mengenai hipertensi serta pemanfaatan tanaman herbal Brucea javanica (L.) Merr sebagai alternatif terapi antihipertensi. Kegiatan dilaksanakan di Lingkungan Bangsal, Kelurahan Tanjung Karang, Kecamatan Sekarbela, Mataram, dengan desain quasi-eksperimental menggunakan pendekatan one group pretest–posttest. Peserta berjumlah 20 orang masyarakat pesisir dengan mayoritas perempuan dan rata-rata usia 52 tahun. Intervensi dilakukan melalui ceramah interaktif, diskusi, serta demonstrasi pemanfaatan Brucea javanica. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen pretest dan posttest yang telah tervalidasi. Hasil menunjukkan rata-rata nilai pretest sebesar 91 dan meningkat menjadi 98 pada posttest, dengan nilai p < 0,05, yang menandakan adanya peningkatan pengetahuan yang signifikan setelah sosialisasi. Sebanyak 7 peserta mengalami peningkatan nilai, sementara 13 peserta mempertahankan nilai yang sudah tinggi, dan tidak terdapat penurunan nilai. Selain peningkatan pengetahuan, peserta menunjukkan antusiasme dan partisipasi aktif selama kegiatan berlangsung. Dengan demikian, kegiatan sosialisasi ini terbukti efektif dalam meningkatkan pengetahuan masyarakat terkait hipertensi dan berpotensi menjadi strategi promotif dan preventif dalam pengendalian hipertensi pada masyarakat pesisir.
Copyrights © 2026