Petani di Desa Penfui Timur, Kecamatan Kupang Tengah, menghadapi kendala serius dalam pengembangan usahatani karena tidak mempraktikkan pembukuan yang sistematis. Ketiadaan pencatatan keuangan ini menyebabkan ketidakmampuan untuk mengukur biaya produksi dan laba secara akurat, serta menghambat evaluasi kinerja dan akses permodalan. Program pengabdian kepada masyarakat ini dirancang untuk mengatasi masalah tersebut dengan memberikan pelatihan pembukuan kepada 30 petani. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif yang meliputi penyuluhan, praktik langsung, dan pendampingan. Efektivitas program diukur melalui pre-test dan post-test yang menilai pemahaman konsep, frekuensi pencatatan, keyakinan dalam menghitung laba, pemisahan keuangan usaha dan rumah tangga, serta persepsi terhadap pentingnya pembukuan. Hasilnya menunjukkan peningkatan signifikan pada seluruh indikator. Persentase petani yang "Sangat Paham" konsep pembukuan melonjak dari 6,7% menjadi 46,7%, dan yang "Sangat Yakin" dapat mengetahui keuntungan usahanya meningkat dari 16,7% menjadi 60,0%. Pelatihan ini berhasil menanamkan pengetahuan dan keterampilan fundamental yang diharapkan dapat mendorong petani untuk menerapkan pencatatan keuangan secara mandiri demi meningkatkan manajemen dan keberlanjutan usahatani mereka.
Copyrights © 2026