Kontrol kualitas obat generik merupakan aspek penting dalam menjamin keamanan, mutu, dan khasiat obat guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat, khususnya di bidang kesehatan. Namun, masih terdapat persepsi negatif di masyarakat terkait kemanjuran obat generik dibandingkan obat bermerek, yang berdampak pada tingginya biaya pengobatan. Oleh karena itu, penelitian terhadap mutu obat generik diperlukan sebagai upaya mendukung program pemerintah dalam pemanfaatan obat generik yang lebih terjangkau dengan kandungan zat aktif yang setara. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan kadar antibiotik sefiksim pada sediaan generik berlogo dan generik bermerek serta membandingkan hasil keduanya. Sefiksim dipilih sebagai objek penelitian karena merupakan antibiotik golongan sefalosporin yang banyak digunakan dalam terapi infeksi. Sampel diambil dari salah satu rumah sakit ibu dan anak di Kota Bandung. Uji kualitatif dilakukan melalui pemeriksaan reaksi warna, sedangkan uji kuantitatif dilakukan dengan metode spektrofotometri UV-Visible menggunakan metode absorbansi. Hasil uji kualitatif menunjukkan bahwa seluruh sampel memberikan hasil positif dan sesuai dengan standar. Penetapan kadar sefiksim pada lima sampel menunjukkan nilai kadar berkisar antara 99,53% hingga 101,37%, yang memenuhi persyaratan Farmakope Indonesia dengan rentang kadar 90–110%. Analisis statistik menggunakan uji nonparametrik Mann-Whitney menunjukkan nilai signifikansi sebesar 0,564 (p > 0,05), yang mengindikasikan tidak terdapat perbedaan kadar yang signifikan antara sediaan sefiksim generik berlogo dan generik bermerek.
Copyrights © 2026