Pembelajaran fisika di sekolah mitra masih menghadapi berbagai permasalahan, terutama keterbatasan media pembelajaran yang mendukung kegiatan praktikum serta belum optimalnya pemanfaatan potensi lingkungan dan kearifan lokal sebagai sumber belajar. Kondisi ini menyebabkan pembelajaran fisika cenderung bersifat teoritis, kurang kontekstual, dan berdampak pada rendahnya keterlibatan serta pemahaman siswa terhadap konsep fisika. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mendampingi guru dan siswa dalam mengembangkan dan memanfaatkan alat peraga fisika berbahan daur ulang yang terintegrasi dengan kearifan lokal Rokan Hulu. Permasalahan yang dihadapi dalam pembelajaran fisika di sekolah mitra adalah kurangnya ketersediaan alat peraga yang relevan dan rendahnya keterlibatan siswa dalam kegiatan praktikum. Melalui pendekatan partisipatif, kegiatan ini dilakukan dalam bentuk pelatihan, workshop, dan praktik langsung pembuatan alat peraga fisika sederhana yang mengangkat nilai-nilai lokal, seperti penggunaan bahan bekas dari lingkungan sekitar dan pengenalan budaya lokal dalam konteks sains. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konsep fisika siswa yang ditandai dengan meningkatnya partisipasi aktif dalam praktikum, serta meningkatnya kemampuan guru dalam merancang dan memanfaatkan alat peraga fisika kontekstual berbahan daur ulang. Selain itu, kegiatan ini juga menumbuhkan kesadaran guru dan siswa terhadap pemanfaatan limbah sebagai media pembelajaran yang bernilai edukatif dan ramah lingkungan. Kegiatan pendampingan ini diharapkan menjadi model pembelajaran yang inspiratif, kontekstual, dan berkelanjutan di daerah lain yang memiliki potensi lokal serupa.
Copyrights © 2026