Penerapan program layanan literasi melalui bermain merupakan strategi yang efektif dalam menumbuhkan minat membaca dan meningkatkan keterampilan literasi siswa sekolah dasar. Dalam konteks Gerakan Literasi Sekolah, pengelolaan layanan literasi tidak hanya menekankan ketersediaan fasilitas fisik seperti pojok baca, tetapi juga pada strategi pelaksanaan yang mampu menarik minat dan keterlibatan aktif siswa. Salah satu pendekatan yang relevan dengan karakteristik siswa sekolah dasar adalah layanan literasi melalui bermain, karena mengintegrasikan aktivitas membaca dengan permainan edukatif yang bersifat menyenangkan, interaktif, dan kontekstual. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis implementasi program layanan literasi melalui bermain di SD Muhammadiyah 11 Semarang, meliputi bentuk kegiatan, peran guru, partisipasi siswa, serta faktor pendukung dan penghambat. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, angket, dan wawancara. Data dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa implementasi program literasi melalui bermain mencakup kegiatan tebak cerita, membaca berantai, bermain kartu kata, permainan peran berbasis buku cerita, dan kuis literasi. Siswa menunjukkan antusiasme tinggi karena kegiatan bersifat menyenangkan dan interaktif. Program ini didukung oleh peran aktif guru, fasilitas pojok baca, serta lingkungan kelas yang literat. Namun demikian, sejumlah kendala ditemukan, seperti keterbatasan variasi media permainan, waktu yang terbatas, serta keterbatasan jenis buku yang dapat digunakan untuk kegiatan bermain. Penelitian ini menegaskan bahwa program literasi melalui bermain dapat menjadi model pembelajaran literasi yang menarik dan efektif apabila didukung fasilitas, variasi aktivitas, dan keterlibatan guru secara berkelanjutan. Kata Kunci: Literasi, Bermain, Pojok Baca, Sekolah Dasar, Program Layanan
Copyrights © 2026