Perundungan atau bullying di lingkungan sekolah merupakan masalah serius terhadap kesehatan mental pada remaja. Indonesia tercatat dalam UNESCO memiliki tingkat perundungan tertinggi di Asia sekitar 84%, dengan kasus terbanyak di jenjang SMA. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, pengetahuan, dan kemampuan preventif remaja SMA Negeri di Semarang dalam menghadapi bullying, mitra dalam kegiatan ini yaitu PKBI Kota Semarang melalui program Youth Center Griya Muda. Metode yang diterapkan mencakup pendekatan partisipatif, berbasis komunitas, dan holistik, melalui sosialisasi, pelatihan peer educator, manajemen emosi, workshop deteksi dini, pengembangan media edukasi digital, serta deklarasi stop bullying. Hasil screening terhadap 314 siswa menunjukkan 75% pernah menjadi korban dan 25% teridentifikasi sebagai pelaku. Program berhasil meningkatkan pemahaman siswa tentang bentuk-bentuk bullying, memperkuat sistem deteksi dini pada guru, membentuk jaringan konselor sebaya, serta membangun komitmen institusional menciptakan sekolah yang aman dan inklusif.
Copyrights © 2026