Rendahnya tingkat kemampuan berpikir kritis siswa dan terbatasnya pemanfaatan sumber belajar interaktif yang dapat memfasilitasi pembelajaran bermakna merupakan pendorong utama penelitian ini. Penelitian berfokus pada pengembangan media pembelajaran berbasis Scratch yang terintegrasi model Problem Based Learning (PBL) serta menilai kelayakan, efektivitas, dan respons siswa terhadap media yang dibuat pada materi energi terbarukan. Jenis penelitian ini merupakan penelitian pengembangan dengan model ADDIE sebagai metodologi yang digunakan dalam penelitian ini. Sampel penelitian terdiri dari 35 siswa kelas X di sebuah SMA di Bengkulu Selatan, yang dipilih dengan menggunakan teknik purposive sampling. Data diperoleh melalui lembar validasi ahli, tes kemampuan berpikir kritis, dan angket respons siswa. Analisis data menggunakan persentase kelayakan dan uji N-gain. Hasil penelitian menunjukkan media yang dikembangkan dengan rata-rata persentase sebesar 92,67% termasuk dalam kategori sangat layak. Peningkatan kemampuan berpikir kritis siswa setelah pembelajaran lebih tinggi dibandingkan sebelum pembelajaran dengan nilai N-gain sebesar 0,62 yang termasuk pada kategori sedang. Selain itu, rata-rata persentase respons siswa terhadap media Scratch sebesar 93,63%, berada pada kategori sangat baik. Berdasarkan temuan penelitian ini, disarankan agar penelitian selanjutnya mengkaji penggunaan media pembelajaran berbasis Scratch yang diintegrasikan ke dalam model PBL dalam skala yang lebih besar, baik dari segi ukuran sampel maupun tingkat pendidikan. Selain itu, pengembangan fitur media yang lebih interaktif, seperti penggabungan unsur gamifikasi atau umpan balik otomatis, diperlukan untuk meningkatkan keterlibatan siswa. Penelitian selanjutnya juga dapat berfokus pada dampak media ini terhadap kompetensi lain, seperti kreativitas, pemecahan masalah, dan literasi digital, sehingga memberikan pemahaman yang lebih komprehensif mengenai efektivitas media yang dikembangkan.
Copyrights © 2026