Program Runmadhan for Humanity yang diselenggarakan oleh LAZ Dompet Sejuta Harapan (DSH) Klaten merupakan inovasi filantropi berbasis olahraga yang mengintegrasikan aktivitas lari dan jalan santai dengan aksi sosial pada momentum Ramadan. Artikel ini bertujuan menganalisis program tersebut sebagai model filantropi partisipatif dalam pengabdian masyarakat. Penelitian menggunakan pendekatan Participatory Action Research dengan posisi penulis sebagai practitioner-researcher. Data dikumpulkan melalui observasi partisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi kegiatan. Keberhasilan program diukur melalui tingkat partisipasi (500 peserta), keberagaman latar belakang peserta, serta intensitas interaksi sosial selama kegiatan. Perubahan kesadaran filantropi diidentifikasi dari narasi peserta yang memaknai aktivitas olahraga sebagai bagian dari kontribusi sosial, sementara penguatan solidaritas diukur melalui keterlibatan dalam aktivitas kolektif seperti olahraga bersama dan interaksi lintas komunitas Hasil menunjukkan bahwa program ini berfungsi sebagai ruang partisipasi inklusif sekaligus media edukasi filantropi berbasis pengalaman. Penelitian ini mengidentifikasi empat komponen utama model sport-based participatory philanthropy, yaitu aktivasi fisik sebagai medium sosial, experiential giving, penguatan jaringan komunitas, dan mobilisasi donor berkelanjutan. Namun, keberlanjutan partisipasi dan transparansi pengelolaan donasi masih menjadi tantangan pengembangan program
Copyrights © 2026