Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kemampuan berpikir logis dalam memecahkan masalah sederhana secara sistimatis. Berpikir logis merupakan kemampuan mental anak dalam menghubungkan berbagai fakta atau informasi untuk menarik Kesimpulan yang masuk akal, yang merupakan pondasi utama bagi perkembangan kognitif dan kemampuan pemecahan masalah pada anak usia 5-6 tahun.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan unplugged coding dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis anak usia 5-6 tahun di TK IT A l Izzah kecamatan Dumai selatan kota Dumai. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Kemmis, S. & Mc. Taggart, 1988 dan dilaksanakan sebanyak dua siklus setiap siklus melalui empat tahap yaitu : tahap perencanaan, pelaksaan, observasi dan refleksi dengan subjek penelitian sebanyak 15 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan unplugged coding yang dilaksanakan melalui empat variasi aktivitas kreatif : Menyusun geometri sesuai kede warna, manipulasi tutup botol, maze karpet lantai dan roda warna. Aktifitas ini terbukti meningkatkan kemampuan berpikir logis secara signifikan. Data menunjukkan persentase rata-rata pada Pra-Siklus sebesar 44%, meningkat pada Siklus I menjadi 62,67%, dan mencapai 80,84% pada Siklus II Temuan ini membuktikan bahwa unplugged coding bukan sekadar permainan, melainkan instrumen edukasi yang mampu menyederhanakan konsep algoritma yang abstrak menjadi pengalaman belajar kinestetik yang nyata. Kesimpulannya penelitian ini bahwa metode ini sangat efektif dalam mengakselerasi kemampuan berpikir logis anak usia dini melalui pengalaman belajar yang eksploratif dan menyenangkan.
Copyrights © 2026