Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search

Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Melalui Permainan Unplugged Coding Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK IT Al Izzah Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai Warnida Warnida; Swandra Rahayu; Nelti Rizka
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.247

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kemampuan berpikir logis dalam memecahkan masalah sederhana secara sistimatis. Berpikir logis merupakan kemampuan mental anak dalam menghubungkan berbagai fakta atau informasi untuk menarik Kesimpulan yang masuk akal, yang merupakan pondasi utama bagi perkembangan kognitif dan kemampuan pemecahan masalah pada anak usia 5-6 tahun.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan unplugged coding dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis anak usia 5-6 tahun di TK IT A l Izzah kecamatan Dumai selatan kota Dumai. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Kemmis, S. & Mc. Taggart, 1988 dan dilaksanakan sebanyak dua siklus setiap siklus melalui empat tahap yaitu : tahap perencanaan, pelaksaan, observasi dan refleksi dengan subjek penelitian sebanyak 15 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan unplugged coding yang dilaksanakan melalui empat variasi aktivitas kreatif : Menyusun geometri sesuai kede warna, manipulasi tutup botol, maze karpet lantai dan roda warna. Aktifitas ini terbukti meningkatkan kemampuan berpikir logis secara signifikan. Data menunjukkan persentase rata-rata pada Pra-Siklus sebesar 44%, meningkat pada Siklus I menjadi 62,67%, dan mencapai 80,84% pada Siklus II Temuan ini membuktikan bahwa unplugged coding bukan sekadar permainan, melainkan instrumen edukasi yang mampu menyederhanakan konsep algoritma yang abstrak menjadi pengalaman belajar kinestetik yang nyata. Kesimpulannya penelitian ini bahwa metode ini sangat efektif dalam mengakselerasi kemampuan berpikir logis anak usia dini melalui pengalaman belajar yang eksploratif dan menyenangkan.
Meningkatkan Kemampuan Berpikir Logis Melalui Permainan Unplugged Coding Pada Anak Usia 5-6 Tahun di TK IT Al Izzah Kecamatan Dumai Selatan Kota Dumai Warnida Warnida; Swandra Rahayu; Nelti Rizka
Indo Green Journal Vol. 4 No. 2 (2026): Green 2026
Publisher : Published by Institut Teknologi Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/green.v4i2.247

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh belum optimalnya kemampuan berpikir logis dalam memecahkan masalah sederhana secara sistimatis. Berpikir logis merupakan kemampuan mental anak dalam menghubungkan berbagai fakta atau informasi untuk menarik Kesimpulan yang masuk akal, yang merupakan pondasi utama bagi perkembangan kognitif dan kemampuan pemecahan masalah pada anak usia 5-6 tahun.Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui apakah kegiatan unplugged coding dapat meningkatkan kemampuan berpikir logis anak usia 5-6 tahun di TK IT A l Izzah kecamatan Dumai selatan kota Dumai. Metode penelitian yang digunakan adalah penelitian tindakan kelas Kemmis, S. & Mc. Taggart, 1988 dan dilaksanakan sebanyak dua siklus setiap siklus melalui empat tahap yaitu : tahap perencanaan, pelaksaan, observasi dan refleksi dengan subjek penelitian sebanyak 15 orang anak. Teknik pengumpulan data menggunakan observasi dan dokumentasi.Hasil penelitian menunjukan bahwa penerapan unplugged coding yang dilaksanakan melalui empat variasi aktivitas kreatif : Menyusun geometri sesuai kede warna, manipulasi tutup botol, maze karpet lantai dan roda warna. Aktifitas ini terbukti meningkatkan kemampuan berpikir logis secara signifikan. Data menunjukkan persentase rata-rata pada Pra-Siklus sebesar 44%, meningkat pada Siklus I menjadi 62,67%, dan mencapai 80,84% pada Siklus II Temuan ini membuktikan bahwa unplugged coding bukan sekadar permainan, melainkan instrumen edukasi yang mampu menyederhanakan konsep algoritma yang abstrak menjadi pengalaman belajar kinestetik yang nyata. Kesimpulannya penelitian ini bahwa metode ini sangat efektif dalam mengakselerasi kemampuan berpikir logis anak usia dini melalui pengalaman belajar yang eksploratif dan menyenangkan.
Implementation of Deep Learning and Digital Literacy to Improve the Quality of Early Childhood Education Nopa Wilyanita; Swandra Rahayu; Fikri Ramadan; Nia Yelpa
Bale Pengabdian: Journal Of Community Service (BPJCS) Vol. 2 No. 1 (2026): Bale Pengabdian: Journal of Community Service (BPJCS)
Publisher : At Taawun Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.65798/bpjcs.v2i1.46

Abstract

The quality of early childhood education at Mardhatilah Kindergarten remains low due to limited use of interactive technology and insufficient teacher understanding of innovative digital media. This community service project aims to enhance teachers’ instructional quality by integrating deep learning technology and digital literacy to create more adaptive and engaging learning environments. The study employed a Participatory Action Research (PAR) approach, consisting of diagnosis, participatory planning, action, observation, and reflection. Teachers actively participated in designing AI-based learning media, including visual–auditory object recognition supported by deep learning. The findings indicate a significant improvement in teachers’ digital competencies, particularly in operating AI-assisted learning tools. This advancement contributed to increased student engagement and improved comprehension through interactive AI-generated visualizations. Furthermore, the integration of deep learning with digital literacy enabled teachers to transform conventional teaching methods into more effective and relevant practices aligned with contemporary educational demands. In conclusion, the integration of deep learning and digital literacy through PAR effectively empowers early childhood educators to develop innovative, adaptive, and high-quality learning environments. The synergy between artificial intelligence and creative pedagogy is essential for sustainably improving early childhood education standards.