Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pekerja akibat aktivitas berulang, postur kerja yang tidak ergonomis, serta beban fisik yang tinggi, dengan keluhan umum pada leher, bahu, punggung, dan pergelangan tangan yang menimbulkan nyeri, kaku, dan ketidaknyamanan saat bekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan upaya preventif melalui edukasi ergonomi dan latihan peregangan guna mengurangi risiko MSDs pada pekerja di Bukit Asea Interior Sidoarjo. Metode yang digunakan berupa pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan observasi, edukasi terkait postur kerja ergonomis, serta praktik langsung latihan peregangan. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen Nordic Body Map (NBM) untuk menilai keluhan muskuloskeletal dan Visual Analog Scale (VAS) untuk mengukur intensitas nyeri sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) intervensi. Hasil pre-test menunjukkan sebagian pekerja mengalami keluhan pada area leher, bahu, dan punggung dengan tingkat nyeri ringan hingga sedang. Setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan adanya penurunan keluhan muskuloskeletal berdasarkan skor NBM serta penurunan intensitas nyeri berdasarkan VAS. Edukasi ergonomi dan latihan peregangan terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman pekerja mengenai postur kerja yang benar serta membantu mengurangi ketegangan otot akibat aktivitas kerja. Dengan demikian, intervensi ini dapat menjadi strategi preventif yang efektif dan aplikatif dalam menurunkan risiko MSDs serta meningkatkan kesehatan dan kenyamanan kerja.
Copyrights © 2026