Claim Missing Document
Check
Articles

Found 7 Documents
Search

Edukasi Pengaplikasian Brain Gym untuk Pemeliharaan Fungsi Kognitif pada Komunitas Lansia di Posyandu Kelurahan Mojolangu Kota Malang Fadhila Fairuz; Rakhmad Rosadi; Eleonora Elsa Sucahyo
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 3 (2026): Mei
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i3.4369

Abstract

Lansia merupakan kelompok usia dimana rentan mengalami penurunan fungsi kognitif yang dapat mempengaruhi daya ingat, perhatian dan kemampuan berpikir. Kurangnya pemahaman mengenai cara menjaga fungsi kognitif menjadi salah satu faktor yang dapat memperburuk kondisi. Pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan lanisa mengenai Brain Gym serta fungsi kognitif di Posyandu Kelurahan Mojolangu RW 11, Kota Malang. Kegiatan dilakukan pada 12 partisipan berusia 60-81 tahun. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan melalui pemaparan materi dan diskusi interaktif mengenai fungs kognitif, gejala penurunan, faktor resiko serta penanganan melalui Brain Gym, dengan bantuan media leaflet. Tingkat pengetahuan diukur melalui kuesioner pre-test dan post-test sebelum dan sesudah kegiatan. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan setelah diberikan edukasi. Edukasi Brain Gym terbukti menjadi pendekatan yang efektif dalam meningkatkan kesadaran lansia untuk memelihara fungsi kognitif di masa tua.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Pekerja Sektor Informal Pengolahan Makanan Dengan Keluhan Muskuloskeletal Pada Tulang Belakang Inayah Wahyu Widyaningrum; Rakhmad Rosadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 4 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i3.4439

Abstract

Pekerja sektor informal pengolahan makanan berisiko mengalami musculoskeletal disorders (MSDs) akibat aktivitas kerja berulang dan posisi kerja yang tidak ergonomis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan keselamatan dan kesehatan kerja (K3) melalui edukasi ergonomi dan latihan peregangan pada pekerja yang mengalami keluhan muskuloskeletal pada tulang belakang. Kegiatan dilaksanakan pada Februari 2026 di usaha kuliner nasi goreng di Desa Saptorenggo, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dengan melibatkan 10 pekerja. Metode yang digunakan meliputi identifikasi masalah, screening keluhan muskuloskeletal menggunakan Nordic Body Map (NBM), pengukuran pengetahuan K3 melalui pre-test dan post-test, pemberian edukasi ergonomi menggunakan leaflet, serta demonstrasi latihan peregangan. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan pekerja mengenai K3 dengan sebagian besar skor post-test mencapai 100%, serta penurunan keluhan muskuloskeletal pada tulang belakang setelah dilakukan latihan peregangan. Dengan demikian, edukasi ergonomi dan latihan peregangan efektif dalam meningkatkan pengetahuan K3 dan menurunkan keluhan muskuloskeletal pada pekerja sektor informal.
Edukasi Ergonomi dan Peregangan untuk Pencegahan Gangguan Muskuloskeletal pada Pekerja Nikmatul Maghfira; Rakhmad Rosadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 11 (2026): Juni
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i11.294

Abstract

Gangguan muskuloskeletal (Musculoskeletal Disorders/MSDs) merupakan salah satu masalah kesehatan kerja yang sering dialami pekerja akibat aktivitas berulang, postur kerja yang tidak ergonomis, serta beban fisik yang tinggi, dengan keluhan umum pada leher, bahu, punggung, dan pergelangan tangan yang menimbulkan nyeri, kaku, dan ketidaknyamanan saat bekerja. Kegiatan ini bertujuan untuk memberikan upaya preventif melalui edukasi ergonomi dan latihan peregangan guna mengurangi risiko MSDs pada pekerja di Bukit Asea Interior Sidoarjo. Metode yang digunakan berupa pengabdian kepada masyarakat dengan pendekatan observasi, edukasi terkait postur kerja ergonomis, serta praktik langsung latihan peregangan. Evaluasi dilakukan menggunakan instrumen Nordic Body Map (NBM) untuk menilai keluhan muskuloskeletal dan Visual Analog Scale (VAS) untuk mengukur intensitas nyeri sebelum (pre-test) dan setelah (post-test) intervensi. Hasil pre-test menunjukkan sebagian pekerja mengalami keluhan pada area leher, bahu, dan punggung dengan tingkat nyeri ringan hingga sedang. Setelah intervensi, hasil post-test menunjukkan adanya penurunan keluhan muskuloskeletal berdasarkan skor NBM serta penurunan intensitas nyeri berdasarkan VAS. Edukasi ergonomi dan latihan peregangan terbukti memberikan dampak positif dalam meningkatkan pemahaman pekerja mengenai postur kerja yang benar serta membantu mengurangi ketegangan otot akibat aktivitas kerja. Dengan demikian, intervensi ini dapat menjadi strategi preventif yang efektif dan aplikatif dalam menurunkan risiko MSDs serta meningkatkan kesehatan dan kenyamanan kerja.
Pemahaman Latihan Penguatan Otot Dasar Panggul untuk Ibu Hamil di Kelurahan Merjosari Puskesmas Dinoyo Malang Cynthia Kartika Yolanda Ajinata; Rakhmad Rosadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i4.4550

Abstract

Kehamilan adalah proses alamiah yang biasa di alami setiap wanita, perubahan selama kehamilan bersifat fisiologis dan yang menjadi salah satu perubahan fisiologis berupa perubahan sistem muskuloskeletal, terutama perubahan pada otot abdomen atau otot panggul. Otot dasar panggul wanita adalah otot-otot penting penyokong fungsi organ vital yang berhubungan dengannya. Fungi utama otot dasar panggul adalah penyokong, sfingterik, dan fungsi seksual. Kekuatan otot ini dapat dipengaruhi oleh usia, hormon, proses kehamilan dan persalinan, disfungsi otot dasar panggul dapat menimbulkan berbagai gejala yang mengganggu kualitas hidup. Latihan otot dasar panggul seperti kegel dapat menguatkan otot panggul dan memperbaiki fungsi otot panggul.. Fisioterapi adalah suatu pelayanan kesehatan yang ditujukan kepada individu atau kelompok untuk mengembangkan, memelihara dan memulihkan gerak dan fungsi tubuh sepanjang rentang kehidupan. Salah satu kompetensi fisioterapi yakni edukasi pelayanan kesehatan pada wanita. Kegiatan ini meliputi penyuluhan tentang fisioterapi selama massa kehamilan, edukasi mengenai pentingnya menjaga kekuatan otot panggul serta berbagai latihan penguatannya. Mengingat pentingnya menjaga kekuatan otot kegiatan penyuluhan edukasi masyarakat ini dilakukan dengan tujuan memberikan edukasi serta pemahaman terkait berbagai latihan penguatan otot panggul  sebagai tindakan preventif bagi ibu hamil untuk mencegah kelemahan otot menjelang kelahiran.
Penyuluhan Latihan Ankle Pumping dan Diaphragmatic Breathing Exercise dalam Pencegahan Komplikasi pada Diabetes Melitus di Prolanis Kelurahan Dinoyo Nur Afifa Ardila; Rakhmad Rosadi; Lina Sriyatun
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 5 (2026): Juli
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i5.4740

Abstract

Diabetes melitus pada lansia memicu risiko komplikasi kronis seperti neuropati perifer, edema tungkai, dan penurunan kualitas hidup akibat insomnia. Minimnya pemahaman para lansia Prolanis Kelurahan Dinoyo mengenai manajemen aktivitas fisik mandiri memperparah risiko tersebut. Kegiatan penyuluhan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan praktik lansia mengenai ankle pumping exercise dan diaphragmatic breathing exercise sebagai upaya pencegahan komplikasi vaskular dan neurologis. Intervensi berbasis edukasi, demonstrasi, dan pelatihan praktis ini dilaksanakan pada 12 September 2025 di halaman Gedung Sasana Manunggal Dinoyo selama 1 jam, dengan melibatkan 15 lansia penderita diabetes melitus. Evaluasi program diukur menggunakan metode pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pengetahuan sebelum dan sesudah penyuluhan. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan skor pengetahuan secara signifikan mengenai manfaat, teknik, dan dosis latihan. Evaluasi keterampilan juga membuktikan seluruh peserta mampu mempraktikkan gerakan secara mandiri dengan benar. Kesimpulannya, program intervensi fisioterapi ini berhasil memberdayakan lansia dalam pengelolaan penyakit secara mandiri (self-management), serta menjadi model edukasi yang efektif dalam menurunkan risiko morbiditas dan meningkatkan kualitas hidup lansia.
Edukasi Workplace Stretching Exercise untuk Mencegah Risiko MSDs pada Pekerja Kota Malang Hervinda Suryaning Cahyani; Rakhmad Rosadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i2.4253

Abstract

Pegawai kantor adalah seorang individu yang didominasi oleh aktivitas statis yang berulang, serta posisi kerja yang kurang ergonomis, yang menyebabkan risiko tinggi mengalami musculoskeletal disorders. Prevalensi MSDs pada pegawai kantor mencapai 71,9% dengan keluhan populer didominasi oleh area punggung bawah, pergelangan tangan, tangan, dan bahu. Penyuluhan fisioterapi keselamatan dan kesehatan kerja bertujuan untuk menyampaikan informasi akurat dan menunjukkan langkah promotif dan preventif dalam mengatasi muskuloskeletal disorders pada kelompok pegawai kantor. Workplace stretching exercise merupakan bagian dari penyuluhan fisioterapi dengan intervensi latihan berupa peregangan di tempat kerja dan memiliki target otot leher sampai kaki. Metode yang digunakan pada penyuluhan kali ini memuat demonstrasi WSE, poster, serta evaluasi pengukuran pre-test dan post-test. Penyuluhan ini membuka wawasan serta pemahaman pekerja tentang pentingnya fisioterapi K3 ergonomi dan manfaat workplace stretching exercise. Dengan peningkatan pemahaman tersebut, diharapkan partisipan dapat menerapkan workplace stretching exercise secara rutin sebagai bagian dari budaya kerja sehat dan sebagai bentuk preventif terhadap keluhan muskuloskeletal.
Program Fisioterapi Berbasis Workplace Exercise untuk Pencegahan Upper Trapezius Tightness pada Pekerja Kantor Distrik Navigasi Aulia Rahmadhani Oktavianti; Rakhmad Rosadi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 4 No. 2 (2026): April
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v4i2.4258

Abstract

Upper trapezius tightness merupakan keluhan muskuloskeletal yang umum ditemukan pada pekerja kantor, teknisi bengkel, dan kru kapal di lingkungan Distrik Navigasi, dipicu oleh postur statis berkepanjangan dan faktor ergonomi yang tidak optimal. Kegiatan ini bertujuan memberikan edukasi kesehatan kerja dan program workplace exercise therapy sebagai upaya pencegahan primer. Metode yang digunakan adalah edukasi berbasis service learning melalui penyuluhan dan demonstrasi praktik kepada 12 responden. Program latihan terdiri atas tiga gerakan berbasis bukti: Neck Side Stretch, Upper Trapezius Stretch, dan Shoulder Blade Squeeze. Efektivitas program diukur menggunakan instrumen Neck Disability Index (NDI) dengan desain pre-posttest. Hasil pre-test menunjukkan 67% responden berada pada kategori disabilitas ringan dengan rerata skor 4,58 poin. Setelah satu sesi intervensi, 8 responden (67%) mengalami penurunan ke kategori tidak ada disabilitas dan 4 responden (33%) tetap pada kategori disabilitas ringan. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi ergonomi dan workplace exercise efektif dalam menurunkan tingkat disabilitas leher pada pekerja Distrik Navigasi.