ABSTRAK: Penelitian ini menganalis bahasa vulgar dalam konten TikTok akun Inung Sia sebagai bagian dari pergeseran komunikasi di era digital. Tujuan utama penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi variasi kata-kata vulgar dalam bahasa Sunda yang digunakan oleh Inung Sia serta memahami fungsi di balik penggunaan bahasa tersebut. Menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif, data diambil dari 15 video dengan penonton terbanyak melalui teknik simak dan catat. Hasil penelitian menemukan berbagai bentuk bahasa vulgar Sunda, seperti kata ganti (sia, aing), kata kerja kasar (maraban, lebok), hingga umpatan (nurus tunjung, beuleugug). Temuan menunjukkan bahwa bahasa vulgar tersebut tidak hanya berfungsi untuk mengekspresikan kemarahan, tetapi juga menjadi strategi untuk membangun karakter unik, menciptakan humor, dan meningkatkan daya tarik konten di ruang publik digital. KATA KUNCI: Sosiolinguistic, Vulgar Language, TikTok, Inung Sia, Sundanese Language. > VULGAR LANGUAGE VARIATIONS IN TIKTOK CONTENT INUNG SIA: SOCIOLINGUISTIC STUDY ABSTRACT: This research analyzes vulgar language within the TikTok content of the Inung Sia account as part of the shift in communication in the digital era. The main objective of this study is to identification variations of vulgar words in Sundanese used by Inung Sia and understand the function behind their use. A descriptive qualitative approach was employed in this study. Data were collected from 15 videos with the highest viewership through note-taking techniques. The results of the research reveal various forms of Sundanese vulgarisms, such as pronouns (sia, aing), coarse verbs (maraban, lebok), and profanities (nurus tunjung, beuleugug). The findings indicate that vulgar language functions not only as an expression of anger but also as a strategy to build a unique character, create humor, and increase content engagement in the digital public sphere. KEYWORDS: Sosiolinguistic, Vulgar Language, TikTok, Inung Sia, Sundanese Language.
Copyrights © 2026