Gedung Filateli Jakarta (Pos Bloc) merupakan bangunan cagar budaya yang menghadapi tantangan optimalisasi aset di tengah arus modernisasi kota. Penelitian ini bertujuan menganalisis kendala dan risiko dalam mempertahankan integritas cagar budaya saat dialihfungsikan menjadi kawasan komersial terpadu (mixed-use), serta merumuskan strategi optimalisasi aset yang tepat. Kerangka analisis yang digunakan adalah Teori Siklus Hidup Aset (Asset Life Cycle Theory) menurut Hastings (2010), yang mencakup identifikasi kebutuhan, pengadaan, dukungan logistik, pembaruan, dan pembuangan/pembaruan aset. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam dengan pengelola, tenant, dan akademisi, serta dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kendala utama meliputi rigiditas infrastruktur bangunan tua, prosedur birokrasi perizinan cagar budaya yang panjang, serta risiko lingkungan berupa banjir dan insiden kelistrikan. Strategi optimalisasi yang berhasil diterapkan skema revenue sharing dengan minimum fee, kurasi tenant UMKM lokal, dan manajemen kapasitas pengunjung. Penelitian ini berkontribusi pada pengembangan model pengelolaan aset heritage yang mampu menyeimbangkan kepentingan pelestarian sejarah dengan keberlanjutan ekonomi.
Copyrights © 2025