Pesatnya pertumbuhan industri kedai kopi di Indonesia turut dipengaruhi oleh perubahan perilaku konsumsi generasi muda yang aktif di media sosial. Micro-influencer coffee enthusiast muncul sebagai aktor komunikasi pemasaran digital yang dipercaya karena kedekatan, keaslian, dan kredibilitasnya. Penelitian kualitatif ini bertujuan memahami pengalaman mendalam (lived experience) konsumen dalam memaknai peran micro-influencer Instagram dan TikTok terhadap keputusan pembelian ulang di kedai kopi. Menggunakan pendekatan fenomenologi interpretatif, penelitian melibatkan 85 responden berusia 19–30 tahun yang aktif mengikuti micro-influencer kopi. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam semi-terstruktur dan dianalisis dengan model: reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Temuan menunjukkan bahwa repurchase intention tidak hanya dipengaruhi kualitas konten, tetapi juga persepsi keaslian (authenticity), sense of community, resonansi nilai personal, serta kepercayaan terhadap gaya hidup yang ditampilkan influencer. Penelitian ini menegaskan bahwa micro-influencer memiliki peran strategis dalam membentuk pengalaman afektif dan persepsi kualitas, yang pada akhirnya meningkatkan intensi pembelian ulang pada kedai kopi.
Copyrights © 2026