Penelitian ini menganalisis makna denotatif dan konotatif pada headline berita digital Kompas.com edisi April 2025 serta relevansinya sebagai bahan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA. Kajian ini berpijak pada teori semantik, khususnya perbedaan antara makna literal dan makna asosiatif, sebab headline berita daring tidak hanya berfungsi menyampaikan peristiwa, tetapi juga membangun penekanan, nuansa emosional, dan orientasi pembaca melalui pilihan diksi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Data penelitian berupa 277 headline berita Kompas.com edisi April 2025 yang dikumpulkan melalui teknik dokumentasi, baca, dan catat. Analisis dilakukan dengan mengidentifikasi satuan leksikal kunci, menafsirkan makna denotatif, mengklasifikasikan makna konotatif berdasarkan nilai rasa, serta memverifikasi temuan melalui pembacaan konteks headline dan topik berita. Hasil penelitian menunjukkan bahwa makna denotatif ditemukan sebanyak 20 data, sedangkan makna konotatif lebih dominan, meliputi konotasi tinggi, ramah, berbahaya, tidak pantas, tidak enak, kasar, dan keras. Dominasi makna konotatif menunjukkan bahwa diksi headline tidak hanya berfungsi informatif, tetapi juga retoris untuk menarik perhatian, menguatkan isu, dan membentuk persepsi awal pembaca. Temuan ini relevan dengan pembelajaran Bahasa Indonesia di SMA karena headline berita digital dapat digunakan sebagai bahan ajar kontekstual untuk mempelajari makna semantik, analisis teks berita, literasi kritis, dan sikap membaca digital yang bertanggung jawab. Kata kunci: makna denotatif; makna konotatif; headline berita; berita digital; kajian semantik; pembelajaran Bahasa Indonesia
Copyrights © 2026