Kemampuan motorik halus merupakan komponen penting kesiapan sekolah karena mendukung koordinasi visual-motorik, kesiapan pra-menulis, pengendalian perhatian, serta kemandirian anak dalam aktivitas kelas. Hasil observasi awal pada anak kelompok B TK Harapan Bunda menunjukkan bahwa sebagian anak masih mengalami kesulitan menggunting sesuai pola dan mengoordinasikan gerakan mata-tangan selama kegiatan pembelajaran. Penelitian tindakan kelas ini bertujuan meningkatkan aktivitas guru, aktivitas anak, dan capaian perkembangan motorik halus anak melalui rancangan pembelajaran terpadu yang mengombinasikan model project-based learning (PjBL), metode demonstrasi, dan media bahan alam. Subjek penelitian adalah 16 anak usia 5-6 tahun. Tindakan dilaksanakan dalam empat pertemuan melalui siklus perencanaan, pelaksanaan tindakan, observasi, dan refleksi. Data dikumpulkan melalui lembar observasi, dokumentasi, wawancara, dan penilaian unjuk kerja indikator motorik halus. Hasil penelitian menunjukkan peningkatan bertahap pada seluruh aspek. Aktivitas guru meningkat dari skor 19 (59%; cukup aktif) pada pertemuan pertama menjadi skor 32 (100%; sangat aktif) pada pertemuan keempat. Aktivitas anak meningkat dari 6% (kurang aktif) menjadi 100% (sangat aktif). Capaian perkembangan motorik halus anak meningkat dari 31% pada kategori berkembang sesuai harapan/berkembang sangat baik pada pertemuan pertama menjadi 100% pada pertemuan keempat. Temuan ini menunjukkan bahwa integrasi PjBL, demonstrasi langsung, dan kegiatan kolase berbahan alam menyediakan stimulasi yang bermakna, multisensori, dan sesuai perkembangan untuk meningkatkan ketepatan menggunting, kontrol jari, konsentrasi, serta koordinasi mata-tangan anak.
Copyrights © 2025