Analisis ini mengevaluasi efektivitas integrasi arsitektur zero trust (ZTA) dalam ekosistem sistem pemerintahan berbasis elektronik (SPBE) Indonesia pasca insiden ransomware PDNS Juni 2024. Tujuan penelitian adalah merumuskan kerangka kerja teknis untuk mendekonstruksi mekanisme kepercayaan implisit serta menyusun peta jalan implementasi ZTA pada infrastruktur legacy SPBE. Metodologi menggunakan pendekatan architecture analysis method (AAM) komparatif antara model perimeter tradisional dengan ZTA berbasis NIST SP 800-207, dilengkapi simulasi kuantitatif blast radius dan analisis Return on Investment (ROI). Hasil penelitian menunjukkan reduksi blast radius serangan ransomware sebesar 96,5% (dari 239 instansi terdampak menjadi 8 instansi) melalui penerapan micro-segmentation, serta proyeksi ROI positif 80% dengan periode pengembalian 2,8 tahun. Temuan memvalidasi superioritas segregasi Control Plane/Data Plane dalam memitigasi lateral movement dan menekan potensi kerugian ekonomi dari Rp9 triliun menjadi Rp4,5 triliun. Implementasi ZTA terbukti menjadi imperatif strategis untuk memenuhi amanat Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 mengenai kedaulatan data dan ketahanan siber nasional.
Copyrights © 2026