ABSTRACT Based on observations conducted at SMPN 4 Mataram, it was found that some students still demonstrated low assertive attitudes in interacting with their peers and surrounding environment. This condition caused students to experience difficulties in expressing opinions, conveying feelings, and building positive social communication. This study aimed to determine the effect of group guidance services on improving the assertive attitudes of seventh-grade students at SMPN 4 Mataram in the 2019/2020 academic year. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test design. The sampling technique used was purposive sampling, involving 10 students selected from a population of 57 students. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, while observation, interviews, and documentation were used as supporting data. Data analysis was conducted using the t-test, which showed that group guidance services had a positive effect on improving students’ assertive attitudes. The results indicated that after participating in group guidance services, students became more confident in expressing opinions, more open in social interactions, and demonstrated better self-confidence within their social environment. Therefore, group guidance services can be used as an alternative guidance and counseling strategy to help improve students’ assertive attitudes at school. ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi di SMPN 4 Mataram, ditemukan bahwa sebagian siswa masih menunjukkan sikap kurang asertif dalam berinteraksi dengan teman maupun lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapat, mengekspresikan perasaan, serta membangun komunikasi sosial yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan sikap asertif siswa kelas VII SMPN 4 Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui one group pre-test dan post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 10 siswa dari total populasi 57 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data menggunakan uji t-test yang menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan sikap asertif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok, siswa menjadi lebih berani menyampaikan pendapat, mampu berinteraksi secara lebih terbuka, serta memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dalam lingkungan sosialnya. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dapat dijadikan salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk membantu meningkatkan sikap asertif siswa di sekolah.
Copyrights © 2025