Ni Made Sulastri
Program Studi Bimbingan dan Konseling, Fakultas Ilmu Pendidikan dan Psikologi Universitas Pendidikan Mandalika

Published : 2 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search

PENGARUH KONSELING RATIONAL EMOTIVE BEHAVIOR THERAPY (REBT) DALAM MENINGKATKAN RESILIENSI KORBAN PERUNDUNGAN PADA SISWA KELAS VIII Tata Badai Pertiwi; Mustakim Mustakim; Ni Made Sulastri
SECONDARY: Jurnal Inovasi Pendidikan Menengah Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/secondary.v5i4.9791

Abstract

ABSTRACT A conducive school environment is essential for students’ development; however, bullying cases still frequently occur and negatively affect students’ psychological well-being, particularly their ability to cope with pressure. This study aims to determine the effect of Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling in improving the resilience of bullying victims among eighth-grade students at SMPN 5 Mataram in the 2022/2023 academic year. This study employed a quantitative approach using a one-group pre-test and post-test design. The population consisted of 108 students, while the sample included 10 students selected through purposive sampling. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, supported by observation, interviews, and documentation, while data analysis was conducted using the t-test. The results showed that the t-calculated value was 9.922, which was higher than the t-table value of 2.262 at a 5% significance level with 9 degrees of freedom (9.922 > 2.262). Therefore, it can be concluded that Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) counseling has a significant effect on improving the resilience of students who are victims of bullying in grade VIII at SMPN 5 Mataram for the 2022/2023 academic year. ABSTRAK Lingkungan sekolah yang kondusif sangat penting bagi perkembangan peserta didik, namun kasus perundungan masih sering terjadi dan berdampak negatif terhadap kondisi psikologis siswa, terutama terhadap kemampuan mereka dalam menghadapi tekanan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) dalam meningkatkan resiliensi korban perundungan pada siswa kelas VIII di SMPN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain one group pre-test dan post-test design. Populasi penelitian berjumlah 108 siswa, dengan sampel sebanyak 10 siswa yang dipilih menggunakan teknik purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan melalui angket sebagai instrumen utama serta observasi, wawancara, dan dokumentasi sebagai metode pelengkap, sedangkan analisis data menggunakan uji t-test. Hasil analisis menunjukkan nilai t-hitung sebesar 9,922 lebih besar daripada t-tabel sebesar 2,262 pada taraf signifikansi 5% dengan derajat kebebasan (db) = 9 (9,922 > 2,262). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa konseling Rational Emotive Behavior Therapy (REBT) berpengaruh signifikan dalam meningkatkan resiliensi siswa korban perundungan pada kelas VIII di SMPN 5 Mataram Tahun Pelajaran 2022/2023.
PENGARUH BIMBINGAN KELOMPOK TERHADAP KURANGNYA SIKAP ASERTIF SISWA Novia Dian Lestari; Ni Made Sulastri
TEACHING : Jurnal Inovasi Keguruan dan Ilmu Pendidikan Vol. 5 No. 4 (2025)
Publisher : Pusat Pengembangan Pendidikan dan Penelitian Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51878/teaching.v5i4.10930

Abstract

ABSTRACT Based on observations conducted at SMPN 4 Mataram, it was found that some students still demonstrated low assertive attitudes in interacting with their peers and surrounding environment. This condition caused students to experience difficulties in expressing opinions, conveying feelings, and building positive social communication. This study aimed to determine the effect of group guidance services on improving the assertive attitudes of seventh-grade students at SMPN 4 Mataram in the 2019/2020 academic year. The study employed a quantitative approach using a pre-experimental design with a one-group pre-test and post-test design. The sampling technique used was purposive sampling, involving 10 students selected from a population of 57 students. Data were collected using questionnaires as the primary instrument, while observation, interviews, and documentation were used as supporting data. Data analysis was conducted using the t-test, which showed that group guidance services had a positive effect on improving students’ assertive attitudes. The results indicated that after participating in group guidance services, students became more confident in expressing opinions, more open in social interactions, and demonstrated better self-confidence within their social environment. Therefore, group guidance services can be used as an alternative guidance and counseling strategy to help improve students’ assertive attitudes at school. ABSTRAK Berdasarkan hasil observasi di SMPN 4 Mataram, ditemukan bahwa sebagian siswa masih menunjukkan sikap kurang asertif dalam berinteraksi dengan teman maupun lingkungan sekitarnya. Kondisi tersebut menyebabkan siswa mengalami kesulitan dalam menyampaikan pendapat, mengekspresikan perasaan, serta membangun komunikasi sosial yang positif. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh layanan bimbingan kelompok terhadap peningkatan sikap asertif siswa kelas VII SMPN 4 Mataram Tahun Pelajaran 2019/2020. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan desain pre-experimental melalui one group pre-test dan post-test design. Teknik pengambilan sampel menggunakan purposive sampling dengan jumlah sampel sebanyak 10 siswa dari total populasi 57 siswa. Pengumpulan data dilakukan menggunakan angket sebagai instrumen utama, sedangkan observasi, wawancara, dan dokumentasi digunakan sebagai data pendukung. Analisis data menggunakan uji t-test yang menunjukkan bahwa layanan bimbingan kelompok memberikan pengaruh positif terhadap peningkatan sikap asertif siswa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa setelah mengikuti layanan bimbingan kelompok, siswa menjadi lebih berani menyampaikan pendapat, mampu berinteraksi secara lebih terbuka, serta memiliki kepercayaan diri yang lebih baik dalam lingkungan sosialnya. Dengan demikian, layanan bimbingan kelompok dapat dijadikan salah satu alternatif layanan bimbingan dan konseling untuk membantu meningkatkan sikap asertif siswa di sekolah.