Kesenjangan akses pendidikan digital di wilayah kepulauan, khususnya di Kabupaten Pangkep, merupakan dampak langsung dari keterbatasan infrastruktur internet di pulau-pulau terluar. Kondisi ini menghambat implementasi Kurikulum Merdeka yang berbasis kemandirian digital. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk mengimplementasikan Local Content Server (LCS) sebagai solusi digitalisasi pendidikan tanpa internet bagi sekolah di wilayah blank spot. Metode yang digunakan adalah Participatory Technology Development (PTD), yang meliputi perancangan infrastruktur jaringan Wi-Fi lokal, penyediaan konten multimedia (e-book, video pembelajaran, dan bank soal), serta pelatihan teknis bagi guru dan siswa. Hasil pengabdian menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada skor literasi digital siswa dari rata-rata 15% pada pre-test menjadi 88% pada post-test. Selain itu, penggunaan sistem ujian berbasis digital luring (CBT Offline) berhasil meningkatkan efisiensi operasional sekolah dengan memangkas biaya penggandaan soal fisik hingga 60%. Dapat disimpulkan bahwa implementasi teknologi tepat guna berbasis peladen lokal efektif dalam menciptakan ekosistem pendidikan digital yang inklusif dan berkelanjutan bagi masyarakat pesisir di wilayah 3T.
Copyrights © 2026