Penelitian ini membahas tentang konsistensi (istiqamah) jamaah dalam melaksanakan sholat tarawih di Masjid Al-Ikhlas Purbayan dan Masjid Al Mujahidin Kedawung, dilihat dari sudut pandang sosial dan keagamaan, serta kaitannya dengan pembelajaran fiqih di tingkat MI/MTs. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan lapangan, di mana data diperoleh melalui observasi langsung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kehadiran jamaah tarawih tidak selalu stabil. Di awal Ramadan, jamaah biasanya ramai karena semangat ibadah masih tinggi. Namun, memasuki pertengahan Ramadan, jumlah jamaah mulai berkurang karena kesibukan kerja, aktivitas ekonomi, dan kelelahan. Menariknya, pada sepuluh hari terakhir Ramadan, jumlah jamaah kembali meningkat, terutama di Masjid Al Mujahidin Kedawung, karena adanya kesadaran akan keutamaan malam lailatul qadar serta banyaknya perantau yang pulang kampung. Penelitian ini juga menemukan bahwa konsistensi jamaah dipengaruhi oleh beberapa faktor utama, yaitu faktor spiritual (keimanan), faktor sosial (lingkungan dan kebiasaan masyarakat), faktor ekonomi (pekerjaan dan kesibukan), serta mobilitas penduduk (seperti mudik). Faktor-faktor tersebut saling berkaitan dan memengaruhi tingkat kehadiran jamaah di masjid. Dari hasil tersebut dapat disimpulkan bahwa istiqamah tidak hanya berarti selalu hadir di masjid setiap malam, tetapi lebih kepada bagaimana seseorang tetap menjaga ibadahnya meskipun dalam kondisi yang berbeda-beda. Oleh karena itu, dalam pembelajaran fiqih di MI/MTs, penting untuk tidak hanya mengajarkan hukum dan tata cara ibadah, tetapi juga menanamkan sikap konsisten dalam beribadah melalui pendekatan yang dekat dengan kehidupan sehari-hari siswa
Copyrights © 2026