cover
Contact Name
Muhammad Hasanuddin
Contact Email
cvraskhamediagroup@gmail.com
Phone
+6282362440765
Journal Mail Official
ejurpai@gmail.com
Editorial Address
Jalan Gurilla No. 2 Sidorejo, Kec. Medan Tembung 20222
Location
Kota medan,
Sumatera utara
INDONESIA
Jurnal Pendidikan Agama Islam
Published by CV. Raskha Media Group
ISSN : -     EISSN : 31234704     DOI : https://doi.org/10.62712/jurpai
Jurnal Pendidikan Agama Islam (JURPAI) adalah jurnal ilmiah yang fokus pada pengembangan dan kajian di bidang Pendidikan Agama Islam, pendidikan Madrasah Ibtidaiyah dan Pendidikan Islam Anak Usia Dini. Jurnal ini menyajikan artikel-artikel yang berkaitan dengan berbagai aspek dalam pendidikan agama Islam, mulai dari teori, praktik, hingga inovasi dalam dunia pendidikan agama. Tujuan utama dari jurnal ini adalah untuk menyediakan platform bagi para akademisi, peneliti, dan praktisi pendidikan agama Islam untuk berbagi temuan riset, pengalaman, serta pemikiran kritis dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan agama Islam di Indonesia maupun di tingkat internasional.
Articles 18 Documents
Modernisasi Pendidikan Islam Rustam Ependi; Muhamad Yunan Harahap
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i1.1

Abstract

Modernisasi pendidikan Islam merupakan tuntutan zaman dalam menghadapi perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi strategi modernisasi dalam sistem pendidikan Islam serta mengevaluasi dampaknya terhadap kualitas pembelajaran dan karakter peserta didik. Permasalahan yang diangkat adalah bagaimana pendidikan Islam dapat bertransformasi secara dinamis tanpa kehilangan nilai-nilai keislaman. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi kasus di beberapa lembaga pendidikan Islam berbasis pesantren dan sekolah formal. Hasil awal menunjukkan bahwa integrasi teknologi digital, pembaruan kurikulum, serta pelatihan guru menjadi kunci modernisasi. Sekitar 78% lembaga yang diteliti telah mengadopsi platform digital dalam proses pembelajaran. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan rekomendasi strategis untuk pengembangan pendidikan Islam yang adaptif dan progresif.  
Pandangan Cendekiawan Muslim Klasik Terkiat Dengan Akal Sakban Lubis; Rustam Ependi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i1.2

Abstract

Konsep akal dalam tradisi Islam klasik menjadi tema sentral dalam diskursus filsafat, teologi, dan pendidikan. Artikel ini bertujuan untuk mengkaji pandangan para cendekiawan Muslim klasik mengenai akal, fungsi dan perannya dalam memahami wahyu, serta kontribusinya dalam membentuk fondasi epistemologi Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif studi pustaka terhadap karya-karya utama tokohtokoh seperti Al-Farabi, Al-Ghazali, Ibnu Sina, dan Ibnu Taimiyah. Hasil awal menunjukkan adanya perbedaan mendasar antara pendekatan rasional filosofis dan pendekatan sufistik-salafi dalam memahami peran akal. Sekitar 75% teks rujukan menunjukkan bahwa akal diposisikan sebagai alat vital dalam memahami kebenaran, namun tetap dalam kerangka keterbatasannya dibandingkan wahyu. Penelitian ini diharapkan memberikan pemahaman yang utuh terhadap konsep akal dalam Islam dan relevansinya dalam dialog antara nalar dan spiritualitas di masa kini. 
Metode Untuk Menanamkan Rutinitas Menjalankan Ibadah PadaAnak Muhammad Yunan Harahap; Titin Martini Harahap
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i1.3

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metode yang efektif dalam menanamkan rutinitas menjalankan ibadah kepada anak-anak usia dini hingga usia sekolah dasar. Permasalahan utama yang dihadapi oleh orang tua dan pendidik saat ini adalah kurangnya konsistensi dan motivasi anak dalam melaksanakan ibadah, khususnya shalat lima waktu, membaca AlQur’an, dan doa harian. Sebagai solusi, penelitian ini mengeksplorasi penggunaan metode keteladanan, pembiasaan, reward (penghargaan), dan pendekatan emosional. Metode ini dikaji berdasarkan teori perkembangan anak dan nilai-nilai pendidikan Islam. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan studi literatur serta observasi lapangan secara simulatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa metode pembiasaan yang konsisten disertai keteladanan orang tua memiliki efektivitas sebesar 85%, diikuti oleh pendekatan emosional sebesar 75% dan metode reward sebesar 65%. Temuan ini diharapkan memberikan kontribusi terhadap strategi pendidikan karakter berbasis nilai-nilai keislaman. 
Perpektif Islam Terhadap Halal Food Sakban Lubis; Muhammad Yunan Harahap
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i1.4

Abstract

Konsep makanan halal merupakan aspek fundamental dalam ajaran Islam yang mencerminkan kepatuhan seorang Muslim terhadap perintah syariah. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji secara mendalam perspektif Islam terhadap halal food, mulai dari dasar hukum, prinsip-prinsip syariah yang melandasinya, hingga relevansi dan tantangan penerapannya di era globalisasi saat ini. Dengan pendekatan kualitatif deskriptif berbasis studi kepustakaan, penelitian ini mengidentifikasi bahwa halal food tidak sekadar aspek hukum agama, tetapi juga mencerminkan dimensi etika, spiritual, dan kesehatan. Hasil analisis menunjukkan bahwa 87% responden muslim di perkotaan menyatakan label halal sebagai faktor penting dalam memilih produk makanan. Penelitian ini juga menunjukkan adanya tantangan dalam sertifikasi halal, standar global, serta kesadaran masyarakat terhadap pentingnya konsumsi halal. Dengan demikian, halal food merupakan bagian integral dari gaya hidup Islami yang menuntut kesadaran, pengetahuan, dan keterlibatan berbagai pihak, termasuk pemerintah, industri, dan masyarakat. 
Tinjauan Hukum Islam Tentang Jual Beli Titin Martini Harahap; Sakban Lubis
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 1 (2025): January 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i1.5

Abstract

Transaksi jual beli merupakan aktivitas ekonomi yang paling dominan dalam kehidupan masyarakat dan mendapatkan perhatian khusus dalam Islam. Dalam hukum Islam, prinsip keadilan, kerelaan, dan kejelasan menjadi pilar utama dalam menentukan keabsahan suatu transaksi. Penelitian ini bertujuan untuk meninjau ketentuan-ketentuan hukum Islam terkait jual beli, mengidentifikasi unsur-unsur yang membatalkan jual beli, serta menganalisis bagaimana penerapan prinsip-prinsip syariah dalam praktik jual beli kontemporer. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif melalui studi literatur dan analisis simulatif terhadap praktik jual beli dalam kehidupan sehari-hari. Hasil sementara menunjukkan bahwa sebagian besar masyarakat masih belum memahami prinsip kehalalan transaksi secara menyeluruh, seperti unsur riba, gharar (ketidakjelasan), dan tadlis (penipuan). Temuan ini menunjukkan pentingnya edukasi hukum Islam dalam ranah muamalah. 
Peran Guru Pendidikan Agama Islam dalam Membentuk Pribadi yang Berakhlakul Karimah pada Siswa Abil Alwi Prayoga; Muhammad Hasanuddin
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i1.6

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis peran guru Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam membentuk pribadi siswa yang berakhlakul karimah di SMP Negeri 2 Kota Tebing Tinggi. Latar belakang penelitian ini didasarkan pada pentingnya pendidikan agama dalam menginternalisasikan nilai moral dan karakter islami di tengah tantangan era digital. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data berupa observasi, wawancara mendalam, dan dokumentasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa guru PAI memiliki empat peran utama dalam pembentukan akhlakul karimah siswa, yaitu sebagai pendidik nilai, teladan (uswah hasanah), pembimbing spiritual, dan motivator kegiatan keagamaan. Strategi yang digunakan meliputi keteladanan, pembiasaan, pendekatan emosional, serta kolaborasi antara sekolah dan orang tua. Faktor pendukung utama adalah lingkungan sekolah yang religius dan dukungan kepala sekolah, sedangkan faktor penghambat meliputi pengaruh negatif media sosial, kurangnya perhatian orang tua, dan keterbatasan waktu pembelajaran. Kesimpulan penelitian menunjukkan bahwa keberhasilan pembentukan akhlakul karimah sangat bergantung pada integrasi antara keteladanan guru, budaya religius sekolah, dan kerja sama antara keluarga serta masyarakat. Dengan demikian, guru PAI berperan sebagai agen moral yang menanamkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari siswa untuk membentuk generasi yang beriman, berakhlak mulia, dan bertanggung jawab sosial.
Peran Pendidikan Agama Islam dalam Pembentukan Etika Sosial Siswa di Lingkungan Sekolah Siti Khodijah; Nur Syifa'u Sitha; Raihan Syafawi
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i2.7

Abstract

Pendidikan Agama Islam (PAI) memainkan peran yang sangat penting dalam pembentukan etika sosial siswa di lingkungan sekolah. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bagaimana penerapan materi PAI dapat mempengaruhi pembentukan karakter dan perilaku sosial siswa, khususnya dalam konteks hubungan antar sesama, tanggung jawab sosial, dan sikap toleransi. Melalui pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur dan observasi, penelitian ini menemukan bahwa pengajaran PAI yang menekankan pada nilai-nilai moral dan etika dapat membentuk kesadaran sosial siswa untuk lebih peduli terhadap sesama dan lingkungan sekitar. Selain itu, penerapan metode pembelajaran yang berorientasi pada diskusi dan refleksi pribadi terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran siswa akan pentingnya berperilaku etis dan menghormati perbedaan di dalam masyarakat. Penelitian ini juga menunjukkan bahwa guru Pendidikan Agama Islam memiliki peran kunci dalam mengarahkan dan memberi teladan positif kepada siswa dalam kehidupan sehari-hari.
Pengaruh Lingkungan Sosial terhadap Pembentukan Karakter Keislaman Remaja Siti Khodijah; Nur Syifa'u Sitha
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i2.9

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lingkungan sosial terhadap pembentukan karakter keislaman remaja. Lingkungan sosial yang dimaksud meliputi keluarga, sekolah, teman sebaya, serta masyarakat sekitar yang memiliki peran penting dalam proses internalisasi nilai-nilai Islam pada diri remaja. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap sejumlah remaja usia 13–18 tahun. Hasil penelitian menunjukkan bahwa lingkungan keluarga memiliki pengaruh paling dominan dalam menanamkan nilai-nilai keislaman, seperti kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian sosial. Sekolah berperan sebagai pendukung melalui kegiatan keagamaan dan pendidikan akhlak, sedangkan teman sebaya memberikan pengaruh positif maupun negatif tergantung pada kualitas interaksi sosial yang terjalin. Sementara itu, lingkungan masyarakat berperan dalam memperkuat atau melemahkan karakter keislaman remaja melalui norma dan budaya yang berlaku. Secara keseluruhan, penelitian ini menyimpulkan bahwa semakin kondusif lingkungan sosial yang dihadapi remaja, semakin kuat pula pembentukan karakter keislaman mereka. Oleh karena itu, kolaborasi antara keluarga, sekolah, dan masyarakat sangat diperlukan untuk menciptakan lingkungan yang religius dan mendukung pengembangan akhlak remaja sesuai dengan ajaran Islam.
Analisis Persepsi Orang Tua Terhadap Peran Sekolah dalam Pendidikan Agama Islam di Rumah Muhammad Hasanuddin; Efriansyah Putra Bahari Barus
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i2.10

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi orang tua terhadap peran sekolah dalam pendidikan agama Islam di rumah. Pendekatan yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan metode studi kasus yang melibatkan 10 orang tua, 2 guru Pendidikan Agama Islam (PAI), dan 1 kepala sekolah di tiga sekolah dasar Islam di Desa Cinta Rakyat, Kota Medan. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis menggunakan model Miles dan Huberman (reduksi, penyajian, dan verifikasi data). Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas orang tua memiliki persepsi positif terhadap peran sekolah sebagai mitra dalam pembinaan keagamaan anak. Sekolah dinilai efektif dalam memperkuat nilai-nilai Islam melalui kegiatan seperti Majelis Taklim, Parenting Islami, dan program Tadarus Bersama. Meskipun demikian, ditemukan beberapa hambatan seperti keterbatasan waktu orang tua, kurangnya pemahaman terhadap kurikulum PAI, serta keterbatasan media komunikasi antara guru dan orang tua. Untuk mengatasi hambatan tersebut, sekolah mulai memanfaatkan media digital guna memperkuat interaksi dan pelaporan perkembangan anak. Penelitian ini menegaskan pentingnya kolaborasi yang berkelanjutan antara sekolah dan orang tua dalam menanamkan nilai keislaman secara komprehensif di rumah maupun di sekolah
Evaluasi Efektivitas Platform E-Learning dalam Pembelajaran Pendidikan Agama Islam pada Masa Transisi ke Era Society 5.0 Cindy Atika Rizki; Mel Wulandini
Jurnal Pendidikan Agama Islam Vol. 1 No. 2 (2025): May 2025
Publisher : CV. Raskha Media Group

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62712/jurpai.v1i2.11

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi efektivitas penggunaan platform e-learning dalam pembelajaran Pendidikan Agama Islam (PAI) selama masa transisi menuju era Society 5.0. Fokus penelitian diarahkan pada sejauh mana pemanfaatan teknologi digital mampu meningkatkan interaktivitas, pemahaman konsep keagamaan, serta pembentukan karakter peserta didik di lingkungan pendidikan formal. Metode penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan pengumpulan data melalui kuesioner dan wawancara terhadap guru serta siswa di tingkat menengah. Hasil penelitian menunjukkan bahwa platform e-learning memberikan kontribusi signifikan terhadap peningkatan akses pembelajaran dan fleksibilitas waktu belajar. Namun, efektivitasnya masih dipengaruhi oleh faktor literasi digital, ketersediaan perangkat, dan kesiapan pedagogis guru dalam mengelola kelas virtual. Secara keseluruhan, e-learning terbukti relevan dalam konteks Society 5.0 yang menekankan kolaborasi manusia dan teknologi, namun diperlukan strategi peningkatan kapasitas digital pendidik agar pembelajaran PAI dapat berlangsung lebih interaktif, kontekstual, dan humanistik.  

Page 1 of 2 | Total Record : 18