Program Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) merupakan upaya pembinaan kesehatan peserta didik melalui tiga pilar, yaitu pendidikan kesehatan, pelayanan kesehatan, dan pembinaan lingkungan sehat. Namun dalam praktiknya, pelaksanaan UKS di sekolah dasar masih menghadapi berbagai hambatan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pelaksanaan program UKS serta hambatan dan tantangan yang muncul dalam pelaksanaannya. Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Subjek penelitian terdiri dari kepala sekolah, pembina UKS, guru, dan siswa. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, kemudian dianalisis melalui reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelaksanaan UKS sudah berjalan, tetapi belum optimal. Hambatan yang ditemukan meliputi keterbatasan fasilitas ruang UKS, minimnya anggaran, kurangnya pelatihan khusus bagi pembina UKS, serta rendahnya kesadaran siswa dalam menjaga kebersihan dan kesehatan. Kerja sama dengan Puskesmas juga belum terlaksana secara maksimal. Meskipun demikian, sekolah tetap melakukan edukasi kesehatan xiv dasar, pertolongan pertama ringan, dan pembiasaan hidup bersih melalui kegiatan rutin. Kesimpulan dari penelitian ini menegaskan bahwa pelaksanaan UKS membutuhkan dukungan fasilitas, peningkatan kompetensi pembina UKS, kerja sama lintas instansi, dan edukasi kesehatan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi sekolah untuk meningkatkan efektivitas program UKS dalam membentuk perilaku hidup bersih dan sehat pada siswa.
Copyrights © 2026