Penelitian ini menganalisis implementasi fungsi manajemen publik pada Dinas Lingkungan Hidup Kota Surabaya menggunakan kerangka POAC berdasarkan Laporan Kinerja Tahun 2023. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan desain deskriptif interpretatif dan studi kasus institusional. Data diperoleh dari Laporan Kinerja 2023, rencana strategis, perjanjian kinerja, serta regulasi terkait, kemudian dianalisis menggunakan model interaktif Miles, Huberman, dan Saldana. Hasil penelitian menunjukkan bahwa fungsi planning telah terstruktur secara sistematis dan terintegrasi dengan berbagai kerangka seperti RPJMD, Sustainable Development Goals, dan Standar Pelayanan Minimal. Namun, ketiadaan analisis risiko iklim menyebabkan tidak tercapainya target Indeks Kualitas Udara akibat fenomena El Nino. Fungsi organizing menunjukkan struktur yang jelas, tetapi masih menghadapi kendala ketimpangan sumber daya manusia dan koordinasi antarbidang. Fungsi actuating menjadi tantangan utama karena keterbatasan kapasitas teknis, meskipun diperkuat melalui model community based actuating yang inovatif. Fungsi controlling menjadi yang paling kuat dengan capaian akuntabilitas kinerja yang tinggi. Penelitian ini menegaskan bahwa fungsi actuating merupakan faktor paling kritis sekaligus paling rentan dalam pengelolaan lingkungan hidup di kota metropolitan.
Copyrights © 2026