Claim Missing Document
Check
Articles

STRATEGI OPTIMALISASI PENGELOLAAN KEKAYAAN (ASET) DESA DALAM PEMBANGUNAN DESA (STUDI KASUS DI DESA SAMBIROTO KECAMATAN KAPAS KABUPATEN BOJONEGORO) AHMAD HELMY SYAHRIZAL; MEIRINAWATI
Publika Vol 6 No 4 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n4.p%p

Abstract

Abstrak Otonomi desa menimbulkan bertambahnya kewenangan desa dalam mengatur dan mengurus pemerintahannya diperkuat dengan Pemendagri Nomor 66 Tahun 2007 tentang perencanaan pembangunan desa yang sebelumnya terbebani dengan program-program pembangunan dari pusat. Pemerintah desa sekarang bisa leluasa dan bebas dalam mengelola dan mengatur serta menentukan arah pembangunan desa secara mandiri. Desa Sambiroto mendapatkan Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa 2,2 Miliar Sehingga hal ini menarik bagi peneliti untuk meneliti terkait Strategi Optimalisasi Pengelolaan kekayaan (Aset) Desa dalam Pembangunan Desa di Desa Sambiroto Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif kualitatif. Fokus dalam penelitian ini adalah Strategi Optimalisasi Pengelolaan kekayaan (Aset) Desa dalam Pembangunan Desa dengan menggunakan teori Mardiasmo yang terdapat 4 tahapan pengelolaan kekayaan desa yakni Identifikasi dan inventarisasi nilai dan potensi kekayaan desa, Perlunya system informasi manajemen kekayaan desa, Pengawasan dan pengendalian pemanfaatan kekayaan desa dan Keterlibatan jasa penilai. Hasil dari penelitian ini pembangunan yang telah dilakukan pemerintah Desa sudah tepat sasaran meliputi pembangunan fisik dan non fisik. Dari segi identifikasi dan inventarisasi nilai dan potensi kekayaan desa, pengawasan dan pengendalian pemanfaatan kekayaan desa dan keterlibatan jasa penilai sudah berjalan efektif dengan inisiatif melibatkan masyarakat. Sistem informasi manajemen aset desa sudah ada (papan informasi) namun belum bisa masyarakat akses dengan mudah dalam pemanfaatannya karena belum berbasis internet. Adapun saran peneliti terhadap pemerintah desa ialah terkait sistem informasi yang harus digiatkan berbasis tekhnologi informasi (internet) mengingat perkembangan zaman yang terus berkembang dibarengi dengan sumber daya aparatur yang mumpuni dalam pengelolaannya. Kata kunci : Strategi, Optimalisasi, Aset Desa Abstract The autonomy of the village raises increasing authority in regulating the village and take care of his Government reinforced with Pemendagri Number 66 Year 2007 about construction of a village that previously burdened with the development programs of the Center. The village Government can now freely and freely manage and organize and determine the direction of development independently. The village of Sambiroto get budget revenue and expenditure of the village of 2.2 billion making it attractive for researchers to examine the related Strategy Optimization of the management of wealth (assets) Village in the construction of the village in the village of Sambiroto sub-district of Bojonegoro Regency Cotton. This type of research is descriptive qualitative research. The focus in this study is a strategy optimization of the management of wealth (assets) in the development of the village Village by using the theory of Mardiasmo that there are 4 stages of wealth management village i.e. identification and inventory value and potential the wealth of the village, the need for wealth management information system, monitoring and control the utilization of the wealth of the village and the involvement of the services of appraisers. The result of this research was the development of the village Government has done already on target includes the construction of physical and non-physical. In terms of identification and inventory of the value and potential of the wealth of the village, the supervision and control of utilization of the wealth of the village and the involvement of the services of Appraisers has been running effectively with the initiative to involve the community. Information systems asset management the village already existed (information boards) but havent been able to access easily in society today because not internet-based. As for the suggestion of researchers against the Government of the village is related information systems should be focus based information technology services (internet) considering the times that coincided with the establishment of qualified resources in to manage them. Keywords: Strategy , Optimization, Village Assets
ANALISIS KESIAPAN PELAYANAN PEMBAYARAN TOL ELEKTRONIK (E-TOLL) DI PT. JASA MARGA (PERSERO) TBK. CABANG SURABAYA RONI AWALUDIN AKBAR; MEIRINAWATI
Publika Vol 6 No 5 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n5.p%p

Abstract

Abstrak Sebagai Badan Usaha Milik Negara yang bergerak di bidang pengelolaan jalan tol, PT. Jasa Marga (Persero) cabang Surabaya menerapkan pelayanan pembayaran tol secara elekronik (E-Toll). Pelaksanaan E-Toll sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 16/PRT/M/2017 tentang Transaksi Tol Non Tunai di jalan tol. Pelayanan pembayaran tol elektronik (E-Toll) sangat banyak manfaatnya, tetapi dalam penerapan awal masih terdapat beberapa kekurangan. Tujuan dilakukannya penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan analisis kesiapan pelayanan pembayaran tol elektronik (E-Toll) di PT. Jasa Marga (Persero) cabang Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Teori yang digunakan dalam penelitian ini adalah 5 aspek kesiapan pemanfaatan teknologi informasi berdasarkan Inpres No. 3 Tahun 2003 tentang Kebijakan dan Strategi Nasional Pengembangan E-government: E-Leadership, Infrastruktur Jaringan Informasi, Pengelolaan Informasi, Lingkungan Bisnis, dan Masyarakat dan Sumber Daya Manusia. Lokasi penelitian yaitu di PT. Jasa Marga (Persero) Cabang Surabaya. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, Purposive sampling dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan menarik kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa PT. Jasa Marga (Persero) cabang Surabaya sudah siap untuk menyelenggarakan pelayanan pembayaran tol elektronik (E-Toll). Berdasarkan aspek E-Leadership, pimpinan sudah menerapkan E-Toll di beberapa GTO dari 2012. Untuk Infrastruktur Jaringan Informasi, sudah tersedia mesin reader kartu E-Toll di setiap gerbang tol. Dalam Pengelolaan Informasi semua sudah dilakukan secara otomatis. Lingkungan Bisnis, Jasa Marga bekerja sama dengan pihak bank dan PT. Delameta Bilano. Masyarakat dan Sumber Daya Manusia, sudah melakukan sosialisasi penerapan E-Toll ke masyarakat. Saran yang diberikan peneliti adalah memberikan pelatihan khusus kepada para pegawai terkait E-Toll. Kata kunci : Pelayanan, E-Toll, Kesiapan
EFEKTIVITAS PROGRAM SURABAYA HEALTH SEASON SEBAGAI LAYANAN PUBLIK SEKTOR KESEHATAN DI RSUD Dr. MOHAMAD SOEWANDHIE KOTA SURABAYA (Studi Pada Layanan Rawat Jalan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Kota Surabaya) DEWI PUJI LIESTARY; MEIRINAWATI
Publika Vol 6 No 5 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n5.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan publik saat ini menjadi isu kebijakan yang semakin strategis, salah satu layanan publik yang bersentuhan langsung dengan masyarakat adalah layanan publik sektor kesehatan. Sebagai salah satu rumah sakit milik pemerintah kota Surabaya, RSUD Dr. Mohamad Soewandhie tidak selalu mendapat nilai yang baik dimata masyarakat kota Surabaya sendiri. Banyaknya kritikan negatif yang ditujukan untuk RSUD Dr. Mohamad Soewandhie membuat peneliti tertarik untuk ingin mengetahui lebih lanjut mengenai pelayanan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie yang diberikan saat ini. Melalui Surabaya Health Season ini diharapkan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie dapat memberikan pelayanan kesehatan yang optimal bagi masyarakat. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat Efektivitas Program Surabaya Health Season Sebagai Layanan Publik Sektor Kesehatan di RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Kota Surabaya (Studi Pada Layanan Rawat Jalan RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya). Jenis penelitian yang dipilih dalam penelitian ini yaitu jenis penelitian kualitatif. Dalam penelitian ini digunakan metode kualitatif dengan desain deskriptif, yaitu penelitian yang memberi gambaran secara cermat mengenai individu atau kelompok tertentu tentang keadaan dan gejala yang terjadi (Koentjaraningrat, 1993:89). Fokus dari penelitian ini adalah mendeskripsikan bagaimana Efektivitas Program Surabaya Health Season Sebagai Layanan Publik Sektor Kesehatan Di Kota Surabaya dengan menggunakan teori ukuran efektivitas menurut Sutrisno (2007:125-126) yaitu Pemahaman Program; Tepat Sasaran; Tepat Waktu; Tercapainya Tujuan dan Perubahan Nyata. Adapun teknik analisis data yang digunakan pada penelitian ini adalah wawancara, observasi dan dokumentasi. Penelitian ini menghasilkan rekomendasi bagi pihak pelaksana agar semakin berusaha lebih keras dalam penyebaran informasi program salah satunya dengan mendatangi perkumpulan masyarakat yang paling terkecil yaitu penyuluhan dengan ibu-ibu PKK atau penyuluhan ke Posyandu; rekomendasi kedua yaitu alangkah baiknya apabila program Surabaya Health Season ini disusun kembali dan dijadikan program jangka panjang, mengingat kita tidak dapat menduga datangnya sakit, sehingga masyarakat tidak perlu menunggu waktu tertentu untuk dapat merasakan manfaat dari program Surabaya Health Season ini. Kata Kunci: Pelayanan, Efektivitas Program, Surabaya Health Season Abstract Public service these day is becoming an increasingly strategic policy issue, one of the public servicess in direct contact with the public is the service in health sector. As one of the hospitals owned by the Surabaya city government, Dr. Mohamad Soewandhie does not always get good value in the eyes of Surabayas own people. Number of negative criticism aimed to RSUD Dr. Mohamad Soewandhie made the researcher interested to want to know more about RSUD Dr. Mohamad Soewandhie is given today. Through Surabaya Health Season is expected RSUD Dr. Mohamad Soewandhie can provide optimal health services for the community. The purpose of this research is to know the level of Effectiveness Program of Surabaya Health Season as Public Service in Health Sector at RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya City (Study on Rawat Jalan servicess RSUD Dr. Mohamad Soewandhie Surabaya). The type that we used for this research is qualitative type. The method of qualitative type that we used for this research is descriptive design, that was a study that gives a careful picture of a partiucular individual or group about the circumtances and symptoms that occur (Koentjaraningrat, 1993:89). The focus in this research is to describe how effectiveness program of Surabaya Health Season as public service in health sector by using theory of measure effectiveness according to Surisno (2007:125-126) that is Understanding the Program, On Target, On Time, Achieving Goals and Real Changes. The data analysis technique used in this research is Interview, Observation and Documentation. This research resulted recomendation of executing party to make more effort in disseminating program information, one of them by reaching the most small society association like counselling with the members of PKK or having counselling at Posyandu; second recomentation is that would be nice if Surabaya Health Season is rearranged and make it into a long-term program, because people can’t predict the illness, so people do not have to waiting for a certain time to be able to get the benefit of this Surabaya Health Season program. Keywords: Servicess, Effectiveness Program, Surabaya Health Season.
MANAJEMEN STRATEGI DALAM MENANGGULANGI PERMASALAHAN PERMUKIMAN KUMUH MELALUI PROGRAM KOTAKU (KOTA TANPA KUMUH) DI KAWASAN KENJERAN OLEH BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN KOTA SURABAYA INDAH AMBAR ARUM; MEIRINAWATI
Publika Vol 6 No 6 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n6.p%p

Abstract

Abstrak Pertumbuhan penduduk secara pesat terutama diperkotaan umumnya merupakan akibat dari urbanisasi, sehingga menimbulkan ancaman meluasnya lingkungan hunian atau permukiman kumuh diperkotaan. Oleh karena itu, sejalan dengan hal tersebut, Kementrian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) membuat suatu program sebagai strategi percepatan penanganan permukiman kumuh secara nasional yang bernama Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) khususnya di Kawasan Kenjeran Kota Surabaya. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan manajemen strategi yang dilakukan Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya dalam melaksanakan program KOTAKU di Kawasan Kenjeran. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitiannya menggunakan teori proses manajemen strategi menurut J. David Hunger dan Thomas L. Wheelen yang meliputi pengamatan lingkungan, perumusan strategi, implementasi strategi, dan evaluasi serta pengendalian dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menunjukkan bahwa Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya berusaha keras memaksimalkan kekuatan yang dimiliki berupa sturuktur organisasi, kerjasama dengan beberapa SKPD, pemerintah pusat, SDM yang berkompeten dan memperbesar peluang yang ada yaitu program KOTAKU di Kawasan Kenjeran dapat dijadikan sebagai kampung wisata yang dapat dicontoh oleh kampung-kampung lain yang melaksankan program KOTAKU. Selain itu juga didukung adanya kerjasama dengan pihak CSR atau perusahaan swasta dalam hal anggaran dan dilengkapi dengan pedoman umum Program KOTAKU sebagai acuan. Akan tetapi, dalam pelaksanaanya masih terdapat beberapa kekurangan yaitu jumlah pegawai yang kurang dan anggaran yang kurang. Sehingga peneliti memberikan saran yaitu supaya menambah jumlah pegawai dan anggaran yang dikhusukan untuk Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh). Kata Kunci : Manajemen Strategi, Permukiman Kumuh, Program KOTAKU Abstract The rapidity of population growth in a city is the effect of urbanization, so there is treat in causing of the expanding of slums area in the city. As the result of this problem, Ministry of Public Work and Public Housing creates a national program as strategy in handing the rapidity of slums area problem called as Program KOTAKU (Kota Tanpa Kumuh) especially in Kenjeran Area Surabaya city. This purpose of this research is to describe the management strategy that is conducted by Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya in the implementation of Program KOTAKU in Kenjeran area. The type of this research is descriptive research with qualitative approach. Whereas, the focus of the research is using the process management theory according to J. David Hunger and Thomas L. Wheelen which cover environment observation, strategy formulation, strategy implementation and evaluation and control using Purposive Sampling technique. The analysis data techniques in this research is using data analysis interactive model which consist of data collection, data reduction, data display, and conclusion use interview and documentation. The result of this study showed that Badan Perencanaan Pembangunan Kota Surabaya is trying hard to maximizing the power possessed as organization structure, the cooperation between several SKPD, central government and competent human resource will expand the opportunities of Program KOTAKU in Kenjeran Area by making Kenjeran as village tours which can be imitated by anther are that perform the same KOTAKU program. Furthermore, the collaboration support from SCR party or private company in budgeting using Program KOTAKU general guidelines as reference. However, there is still deficiency in the implementations which are the lack of employee and budge. As the result, the researcher suggestion is adding more employees and budgeting that especially for KOTAKU Program (Kota Tanpa Kumuh). Keywords: Management Strategy, Slums, Program KOTAKU
IMPLEMENTASI SURAT KEPUTUSAN KEPALA DINAS KOPERASI DAN UMKM PROVINSI JAWA TIMUR NO. 903/16029/108.3/2015 TENTANG PENDIRIAN LEMBAGA COOPERATIVE TRADING HOUSE (CTH) ENDAH WIDANINGSIH; MEIRINAWATI
Publika Vol 6 No 8 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n8.p%p

Abstract

Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Jawa Timur sebagai penyelenggara pelayanan public membuat suatu trobosan baru untuk mewadahi UMKM khususnya Provinsi Jawa Timur, yaitu lembaga Cooperative Trading House (CTH). Cooperative Trading House (CTH) adalah lembaga yang dibentuk oleh Dinas Koperasi dan UKM Provinsi Jawa Timur dengan tujuan mewadahi dan memediasi antara produsen dengan calon buyer potensial. Penelitian ini bertujuan mengetahui Implementasi Surat Keputusan Kepala Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi Jawa Timur No. 903/16029/108.3/2015 Tentang Pendirian Lembaga Cooperative Trading House (CTH). Penelitian ini menggunakan jenis penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Adapun focus penelitian yang mengacu pada model implementasi George C. Edward III, yang terdiri dari empat variable yaitu: komunikasi, sumber daya, disposisi dan struktur birikrasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Cooperative Trading House (CTH) mendapat respon baik oleh masyarakat khususnya yang bergerak di bidang UMKM dalam pelaksanaannya. Saran yang dapat diberikan terkait dengan penelitian ini adalah terkait adanya kendala tentang sumberdaya manusia yang kurang, maka sebaiknya pihak Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Provinsi Jawa Timur untuk menambah tenaga kerja lagi untuk membantu dalam pelaksanaan Cooperative Trading House (CTH). Kata kunci: Implementasi, Trading House, pemasaran
INOVASI APLIKASI E-SMART SAMSAT JATIM DI DIREKTORAT LALU LINTAS (DITLANTAS) KEPOLISIAN DAERAH JAWA TIMUR DANI SYAHPUTRA; MEIRINAWATI
Publika Vol 6 No 8 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n8.p%p

Abstract

Besarnya angka pelayanan yang dilakukan per harinya pada Kantor Bersama Sistem Administrasi Manunggal Satu Atap (Samsat) di Provinsi Jawa Timur, maka perlu dilakukan pengembangan dan peningkatan pelayanan Samsat kepada masyarakat. Kepolisian Daerah Provinsi Jawa Timur (Polda Jatim) melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Jatim menciptakan sebuah aplikasi yang bernama E-Smart Samsat Jatim. Namun, dalam penerapannya masih ditemui kendala, sehingga hal ini menarik bagi peneliti untuk meneliti tentang Inovasi Aplikasi E-Smart Samsat Jatim di Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Jawa Timur. Jenis penelitian yang digunakan adalah penelitian deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Teknik pengumpulan data menggunakan wawancara, observasi dan dokumentasi. Fokus penelitian dalam penelitian ini menggunakan teori menurut Cook, Mattews dan Irwin tentang Faktor Keberhasilan Inovasi yang terdiri dari Leadership, Management/Organization, Human Capital dan Technology. Hasil penelitian menunjukkan bahwa inovasi aplikasi E-Smart Samsat Jatim di Ditlantas Polda Jatim sudah baik. Hal tersebut dibuktikan dari faktor Leadership yang ditunjukkan dengan adanya peran dan tanggung jawab yang besar dari seorang pemimpin (Direktur Lalu Lintas Polda Jatim) mulai dari kontribusi ide, pemikiran, materiil, dan arahan kepada staf dibawahnya untuk mewujudkan aplikasi E-Smart Samsat Jatim hingga aplikasi tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Faktor Management/Organization, adanya sosialisasi kepada masyarakat serta adanya jaringan kerjasama dengan pihak internal maupun eksternal. Faktor Risk Management, masih terdapat kendala dalam sistem pembayaran melalui perbankan yang disebabkan belum terintegrasi sempurna antara sistem Ditlantas Polda Jatim dengan sistem perbankan, kendala lain terjadi karena faktor teknis yaitu jaringan dan server. Faktor Human Capital, adanya pelatihan untuk pemahaman kepada petugas Samsat yang dilakukan sebelum launching aplikasi E-Smart Samsat Jatim. Faktor Technology, aplikasi E-Smart Samsat Jatim memanfaatkan fasilitas aplikasi smartphone (android dan ios) dengan keamanan sistem yang dibuat berlapis. Saran yang diberikan yaitu dilakukan segera pembenahan sistem terutama pada sistem pembayaran melalui perbankan. Kata Kunci: inovasi, aplikasi, E-Smart Samsat Jatim
KUALITAS PELAYANAN SAMSAT CETHE (CEGAH TERLAMBAT HER) DI KANTOR BERSAMA SAMSAT TULUNGAGUNG OLYMPIA RIZKY DEWI GITA BETHARI; MEIRINAWATI
Publika Vol 6 No 9 (2018)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v6n9.p%p

Abstract

Abstrak Pelayanan merupakan tugas utama yang hakiki dari aparatur pemerintah. Tugas ini telah jelas digariskan dalam pembukaan UUD 1945 alenia ke empat, yang meliputi empat aspek pelayanan pokok aparatur pemerintah terhadap masyarakat. Untuk melaksanakan tugas tersebut, Kantor Bersama Samsat Tulungagung dituntut maksimal dalam memberikan pelayanan. Seperti pada pelayanan Samsat Cethe yang telah menjadi strategi Kantor Bersama Samsat Tulungagung dalam meningkatkan kualitas pelayanannya. Penelitian ini bertujuan untuk mendiskripsikan kualitas pelayanan di Kantor Bersama Samsat Tulungagung. Jenis penelitian yang digunakan ini adalah penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Sedangkan fokus penelitannya menggunakan menggunakan teori dimensi kualitas pelayanan menurut Brown yang meliputi Reliability, Assurance, Responsiveness, dan Tangibel dengan teknik Purposive Sampling. Teknik analisis data dalam penelitian ini menggunakan analisis data model interaktif yang terdiri dari pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan melalui wawancara dan studi dokumentasi. Hasil penelitian tersebut menujukkan bahwa Kantor Bersama Samsat Tulungagung benar-benar berusaha keras dalam melaksanakan Pelayanan Samsat Cethe. Dari keempat dimensi yang digunakan sebagai teori penelitian sudah menunjukan kualitas pelayanan yang baik. Akan tetapi, dalam pelaksanaannya masih terdapat beberapa kekurangan yaitu yang pertama fasilitas sarana dan prasarana, yang kedua kurangnya petugas yang memberikan pelayanan di Samsat Cethe. Kata Kunci : Kualitas, Pelayanan Publik, Samsat Cethe (Cegah Terlambat Her) Abstract Service is the essential main task of government officials. This task has been clearly outlined in the opening of the fourth paragraph of the 1945 Constitution. To carry out this task, the Tulungagung Samsat Joint Office was demanded to be maximal in providing services. As in the service of Cethe Samsat which has become the strategy of the Tulungagung Samsat Joint Office in improving the quality of its services. This research to describe the quality of service in the Tulungagung Samsat Joint Office. The type of research used is descriptive research with a qualitative approach. While the focus of the research uses the theory of dimensions of service quality according to Brown which includes Reliability, Assurance, Responsiveness, and Tangible with Purposive Sampling techniques. The data analysis technique in this research uses an interactive model data analysis consisting of data collection, data reduction, data presentation and conclusion drawn through interviews and documentation studies. The results of the research showed that Tulungagung Samsat Joint Office really tried hard to carry out the Samsat Cethe. Of the four dimensions that are used as research theories have shown good service quality. However, in its implementation there are still some shortcomings, namely the first facility and infrastructure, the second is the lack of officers who provide services in Samsat Cethe. Keywords : Quality, Public Service, Cethe Samsat (Prevent Her Late)
MANAJEMEN STRATEGI PENGOLAHAN SAMPAH MENJADI BIOGAS DI KELURAHAN KEDUNDUNG MAGERARI KOTA MOJOKERTO DESI RATNA SARI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Lingkungan adalah tempat tinggal manusia untuk melangsungkan aktivitas sehari-hari.Dalam hal ini Jawa Timur termasuk penyumbang sampah yang cukup besar yaitu 19 ton perhari. Selain Jawa Timur Kota Mojokerto adalah salah satu Kota peyumbang sampah dengan urutan ke 10. Dengan begitu Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto melakukan sebuah inovasi dengan membuat konsep yang berbeda dalam pembungan sampah. Jenis penelitian yang digunakan oleh peneliti adalah deskriptif dengan menggunakan pendekatan kualitatif. Penelitian ini menggunakan teori manajemen strategi menurut Hitt yang terdiri dari 5 (lima) tahap yaitu, analisis lingkungan, misi dan tujuan perusahaan, perumusan strategi, penerapan implementasi strategi, evaluasi dan pengendalian. Secara keseluruhn hasil penelitian menunjukkan bahwa Dinas Lingkungan Hidup Kota Mojokerto sudah melakukan upaya semaksimal mungkin terhadap pengelolaan sampah di TPA Randegan Kota Mojokerto. Kata kunci : Manajemen Strategi, Pengelolaan sampah, Biogas. Abstack Environment is a space in which humans live to carry out their daily activities. . In addition to East Java, Mojokerto is one of the wasteful cities, ranked number 10. Therefore, the Environment Department of Mojokerto conducts an innovation by making a different concept in the waste collection. The research design is descriptive using a qualitative approach. This study used the strategy management theory, as proposed by Hitt, consisting of 5 (five) stages, namely, environmental analysis, company missions and objectives, strategy formulation, strategy implementation, evaluation and control. On the whole, the results indicate that the Environment Department of Mojokerto has made every effort to manage waste at the Randegan Landfill in Mojokerto. Keywords: Management of strategy, Waste management, Biogas.
Strategi Pelayanan Ruang Tunggu Keberangkatan Terminal 1 Bandar Udara Juanda Surabaya RIO TRI PUTRA SETIAWAN; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

Abstrak Ruang tunggu keberangkatan Terminal 1 Bandar Udara Juanda merupakan area khusus bagi penumpang pengguna maskapai penerbangan domestik. Agar memberikan pelayanan yang optimal kepada penumpang selama menunggu keberangkatan, upaya yang dilakukan oleh PT. Angkasa Pura 1 (Persero) selaku pengelola dengan memberikan fasilitas-fasilitas penunjang kenyamanan serta memperketat dan mempercepat proses pemeriksaan, baik check-in maupun bagasi. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan strategi pelayanan di ruang tunggu keberangkatan Terminal 1 Bandar Udara Juanda Surabaya. Jenis penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah penelitian deskriptif dengan pedekatan kualitatif. Analisis yang dipakai dalam penelitian ini adalah lima strategi meningkatkan kinerja pelayanan publik oleh Osborne, antara lain: strategi inti, strategi konsekuensi, strategi pelanggan, strategi pengawasan, dan strategi budaya. Teknik pengumpulan data terdiri dari observasi, wawancara, dan dokumentasi. Teknik analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian tersebut adalah strategi yang diterapkanpada layanan ruang tunggu keberangkatan Terminal 1 Bandar Udara Juanda Surabaya menunjukkan bahwa: 1) Pada indikator strategi inti bahwa pelayanan yang diberikan sudah sesuai dengan aturan yang berlaku serta peran pemimpin beserta pegawai telah berjalan dengan baik. 2) Pada indikator strategi konsekuensi berjalan baik dalam mewujudkan pelayanan yang optimal dengan menciptakan kondisi kerja yang sehat. 3) Pada indikator strategi pelanggan perusahaan telah menyediakan fasilitas-fasilitas yang memadai, menciptakan prosedur kemanan yang ketat dan cepat, menyediakan layanan pengaduan serta menerapkan sistem informasi berbasis teknologi, kekurangannya hanya pada tidak berfungsi atau kurangnya merawat fasilitas tersebut ataupun keadaan lain yang terjadi di lapangan. 4) Kemudian pada indikator strategi pengawasan sudah dilakukan dengan baik melalui survei kepuasan pelanggan serta membentuk tim khusus dari internal PT Angkasa Pura I (Persero) dalam mengawasi pelayanan yang diberikan. 5) Dan pada indikator strategi budaya berjalan dengan baik dalam mengubah budaya yang menghambat kinerja pelayanan dan mengedepankan sikap kekeluargaan. Saran peneliti berdasar hasil penelitian tentang strategi pelayanan ruang tunggu keberangkatan Terminal 1 Bandar Udara Juanda Surabaya adalah penambahan papan informasi panduan keberangkatan serta sosialisasi pada penumpang untuk datang lebih awal, perbaikan maupun penambahan fasilitas-fasilitas, ditambahkan papan himbauan tentang tata perilaku pada penumpang untuk menjaga ketertiban, dan adanya pengawasan dari PT. Angkasa Pura I (Persero) dalam pemberian kompensasi penerbangan delay. Kata Kunci : Pelayanan, Publik, Ruang Tunggu Keberangkatan Abstract Terminal 1 departure lounge Juanda Airport is a special area for passengers of domestic airline users. In order to provide optimal service to passengers while waiting for departure, efforts made by PT. Angkasa Pura 1 (Persero) as the manager by providing facilities that support comfort and tighten and speed up the inspection process, both check-in and baggage. The purpose of this study is to describe the service strategy in the waiting room for departure at Terminal 1 of Juanda Airport, Surabaya. The type of research used in this study is descriptive research with a qualitative approach. The analysis used in this study were five strategies to improve public service performance by Osborne, including: core strategies, consequence strategies, customer strategies, supervision strategies, and cultural strategies. Data collection techniques consist of observation, interviews, and documentation. The data analysis technique is done by collecting data, reducing data, presenting data, and drawing conclusions. The results of this study are the strategies applied at the departure lounge services of Terminal 1 of Juanda Airport, Surabaya, which show that: 1) In the core strategy indicators that the services provided are in accordance with the applicable rules and the role of leaders and employees has gone well. 2) On the consequences indicator strategies run well in realizing optimal service by creating healthy working conditions. 3) On the customer strategy indicators the company has provided adequate facilities, creates strict and fast security procedures, provides complaints services and applies technology-based information systems, deficiencies only in non-functioning or lack of caring for these facilities or other conditions that occur in the field . 4) Then the supervision strategy indicators have been carried out well through customer satisfaction surveys and formed a special team from internal PT Angkasa Pura I (Persero) in overseeing the services provided. 5) And the cultural strategy indicators go well in changing cultures that hinder the performance of services and promote family attitudes. Researchers suggestion based on the results of research on the departure lounge service strategy of Terminal 1 of Juanda Airport Surabaya is the addition of a departure guide information board and socialization to passengers to arrive early, repairing or adding facilities, adding a board of calls on the behavior of passengers to maintain order , and the supervision of PT. Angkasa Pura I (Persero) in providing delay flight compensation. Keywords: Public, Service, Departure Lounge
Responsivitas Pelayanan Pendaftaran Tanah Pertama Kali di Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk DEWI SAFITRI; MEIRINAWATI
Publika Vol 7 No 1 (2019)
Publisher : Universitas Negeri Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26740/publika.v7n1.p%p

Abstract

ABSTRAK Responsivitas Pelayanan Pendaftaran Tanah Pertama Kali di Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk Nama : Dewi Safitri NIM : 15040674004 Program Studi : S1 Ilmu Administrasi Negara Jurusan : Administrasi Publik Fakultas : Ilmu Sosial dan Hukum Nama Lembaga : Universitas Negeri Surabaya Pembimbing : Dra. Meirinawati, M.AP. Salah satu bentuk kegiatan pelayanan publik adalah pelayanan administratif yang didalamnya termasuk sertifikasi kepemilikan hak atas tanah. Dalam pelaksanaan untuk menjamin kepastian hukum tanah, pemerintah menyediakan organisasi publik di tingkat Kabupaten/Kota yaitu Kantor Pertanahan. Sebagai penyedia pelayanan, Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk perlu menunjukkan responsivitasnya dalam menangani setiap permohonan masyarakat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis dan mendeskripsikan responsivitas pelayanan pendaftaran tanah pertama kali di Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk. Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif dengan pendekatan kualitatif. Fokus penelitian ini adalah indikator responsivitas menurut Zeithaml, dkk. Subjek penelitian ini ditentukan dengan teknik Purposive Sampling. Teknik pengumpulan data dalam penelitian ini melalui wawancara, observasi dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari keenam indikator responsivitas menurut Zeithaml, dkk masih terdapat kendala. Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk belum memberikan pelayanan dengan cepat, petugas melayani pemohon hanya berdasarkan kelengkapan berkas pendukung yang dibawa. Kemudian terkait standar waktu dalam memberikan pelayanan, Kantor Pertanahan Kabupaten Nganjuk tidak memiliki kejelasan waktu bagi setiap pemohon. Selanjutnya untuk ketepatan waktu penyelesaian sertifikat juga belum mampu mendekati target sesuai dengan SOP. Adapun saran yang diajukan peneliti adalah perlu adanya kejelasan waktu pelayanan bagi setiap masyarakat yang mengajukan permohonan pelayanan, mempermudah adanya akses informasi terkait urusan pertanahan yang dapat diakses sewaktu-waktu oleh pemohon, perlunya diadakan pelatihan atau bimbingan teknis guna meningkatkan kemampuan dalam memberikan pelayanan. Kata Kunci: Responsivitas, Pelayanan Publik, Pertanahan. ABSTRACT Responsiveness of the First Time Land Registration Service at the Nganjuk Regency Land Office Name : Dewi Safitri NIM : 15040674004 Study Program : Bachelor of State Administration Science Department : Public Administration Faculty : Social and Legal Sciences Institution : Surabaya State University Advisor : Dra. Meirinawati, M.AP. One form of public service activities is administrative services which include certification of land rights. In the implementation of ensuring the certainty of land law, the government provides public organizations at the Regency / City level, namely the Land Office. As a service provider, the Nganjuk Regency Land Office needs to show its responsiveness in handling every community request. The purpose of this study was to analyze and describe the responsiveness of the first land registration service at the Nganjuk District Land Office. This study uses a descriptive research method with a qualitative approach. The focus of this study is an indicator of responsiveness according to Zeithaml et al. The subject of this study was determined by purposive sampling technique. Data collection techniques in this study through interviews, observation and documentation. Data analysis is done by collecting data, reducing data, presenting data and drawing conclusions. The results showed that from the six indicators of responsiveness according to Zeithaml, et al there were still obstacles. The Nganjuk Regency Land Office has not provided services quickly, the officer serves the applicant only based on the completeness of the supporting files that were brought. Then related to the standard time in providing services, the Nganjuk Regency Land Office does not have a clear time for each applicant. Furthermore, for the timely completion of the certificate, it has not been able to approach the target in accordance with the SOP. The suggestions put forward by researchers are the need for clarity of service time for each community that submits a request for services, facilitates access to information related to land affairs that can be accessed at any time by the applicant, the need for training or technical guidance to improve the ability to provide services. Keywords: Responsiveness, Public Service, Land.