Penelitian ini menganalisis dan merumuskan strategi optimalisasi tata kelola untuk meningkatkan kualitas pelayanan, daya saing, dan kinerja keuangan RSUD AMS, sebuah rumah sakit umum daerah yang tingkat pemanfaatan layanan dan pendapatannya masih rendah dibandingkan rumah sakit di sekitarnya. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi kasus melalui wawancara mendalam, observasi, dan analisis dokumen yang melibatkan manajemen, tenaga kesehatan, pasien, dan pihak eksternal. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tata kelola rumah sakit belum optimal, terutama pada manajemen pelayanan, fasilitas, administrasi, dan koordinasi antarunit. Ketiadaan sistem informasi manajemen rumah sakit yang terintegrasi serta keterbatasan sumber daya manusia, khususnya tenaga perawat, menyebabkan pelayanan belum merata dan kepuasan pasien belum optimal. Kondisi tersebut menurunkan daya saing rumah sakit dan melemahkan kinerja keuangan, yang tampak dari rendahnya tingkat keterisian tempat tidur, tingginya ketergantungan pada klaim BPJS, dan efisiensi operasional yang masih terbatas. Optimalisasi tata kelola melalui penguatan kepemimpinan, peningkatan sumber daya manusia, digitalisasi layanan, pengembangan layanan unggulan, dan perbaikan fasilitas berpotensi memperbaiki mutu layanan serta keberlanjutan finansial rumah sakit daerah. Penelitian ini menegaskan bahwa reformasi tata kelola menjadi dasar penting bagi perbaikan kinerja rumah sakit berkelanjutan.
Copyrights © 2026