Anak tunagrahita memiliki keterbatasan dalam kemampuan intelektual dan perilaku adaftif yang berdampak pada kesulitan memahami tahapan kerja dalam pembelajaran keterampilan vokasional. Oleh karena itu, diperlukan pendekatan pembelajaran yang sesuai agar peserta didik dapat memahami instruksi dan melaksanakan tugas secara lebih sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pendekatan multimodal terhadap peningkatan keterampilan vokasional membuat bantal tidur pada siswa tunagrahita ringan kelas XI di SKh Bina Citra Anak. Metode penelitian yang digunakan adalah eksperimen dengan desain One Group Pretest–Posttest terhadap lima peserta didik. Penelitian dilaksanakan selama delapan pertemuan yang terdiri atas satu kali pre-test, enam kali treatment, dan satu kali post-test. Teknik analisis data menggunakan uji Wilcoxon Signed Rank Test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan keterampilan vokasional setelah diberikan perlakuan. Pada tahap pre-test, kemampuan peserta didik masih rendah dalam mengenali alat dan bahan, memahami urutan kerja, serta menghasilkan jahitan yang rapi. Setelah mengikuti pembelajaran dengan pendekatan multimodal, peserta didik menunjukkan perkembangan dalam mengikuti instruksi, memahami langkah kerja, serta meningkatkan keterampilan menjahit dan kerapian hasil kerja Hasil analisis data menunjukkan nilai Thitung = 15 > Ttabel = 0 pada taraf signifikansi α = 0,05, sehingga hipotesis nol (Ho) ditolak dan hipotesis alternatif (Ha) diterima. Dengan demikian, pendekatan multimodal efektif dalam meningkatkan keterampilan vokasional membuat bantal tidur pada anak tunagrahita ringan kelas XI di SKh Bina Citra Anak.
Copyrights © 2026